EKBIS  

Perekonomian Lhokseumawe Meningkat Sepanjang Tahun 2021

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe Gunawan silaturahmi dengan wartawan.
example banner

 100 total views,  2 views today

Lhokseumawe, (MA) Perekonomian Lhokseumawe sepanjang tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,84%, meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -1.45% akibat efek pandemi Covid-19 di tahun 2020.

banner 325x300

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe Gunawan dalam keterangan tertulis, Minggu (6/3/2022) mengatakan, perekonomian Kota Lhokseumawe lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh dan Nasional yang masing-masing tumbuh sebesar 2,79% dan 3,69%.

“Sebagai informasi, PDRB Lhokseumawe didominasi oleh aktivitas usaha di sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (27%), Industri Pengolahan (24%), Konstruksi (18%), Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (13%) dan Transportasi dan pergudangan (12%),” jelasnya.

Selain itu dirinya menyebutkan, perekonomian Kabupaten/Kota di wilayah kerja KPW Lhokseumawe yang terdiri dari 10 Kabupaten Kota memiliki Andil sebesar 49,71% dari total keseluruhan PDRB Provinsi Aceh, dengan kontribusi terbesar ke PDRB Provinsi Aceh yakni Kabupaten Aceh Utara dengan 12,54% dari total PDRB Provinsi Aceh dengan kontribusi sebesar 23,19 triliun.

“Untuk Kota Lhokseumawe berkontribusi sebesar 5,09% dari PDRB Provinsi Aceh, dengan Kabupaten Gayo Lues yang paling kecil kontribusi ke PDRB Provinsi yang hanya sebesar 1,54%,” paparnya.

Kemudian Gunawan menjelaskan, sepanjang tahun 2021, ekonomi global mengalami pertumbuhan sebesar 5,7% (yoy) setelah terkontraksi cukup dalam pada tahun 2020 yakni sebesar -3,1%(yoy), hal ini sejalan dengan volume perdagangan dunia yang kembali meningkat seiring perbaikan kondisi global.

“Sejalan dengan pemulihan ekonomi global. Pemulihan ekonomi domestik juga berhasil lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN). PDB Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 3,69% (yoy) setelah pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,07% (yoy),” jelasnya.

Sambungnya, perekonomian Wilayah Sumatera mengalami pertumbuhan sebesar 3,51% (yoy) pada tahun 2021 yang pada tahun sebelumnya sempat mengalami kontraksi sebesar -0,82% (yoy) akibat efek Pandemi Covid-19.

“Secara Spasial, Seluruh Provinsi di wilayah Sumatera mengalami perbaikan ekonomi dari nilai minus ke angka yang lebih positif. Provinsi Aceh berkontribusi sebesar 5,69% dari total PDRB Wilayah Sumatera,” sebutnya.

Lanjutnya, dengan berbagai indikator yang menunjukan adanya arah perbaikan baik dari survey yang dilakukan oleh Bank Indonesia seperti survey konsumen dan survey kegiatan dunia usaha ataupun indikator makro seperti harga komoditas global (kopi, batu bara, sawit) dan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Aceh berada di atas 4% (yoy) di tahun 2022.[]

Laporan : Mulyadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...