Kemudian, Fithra juga mengatakan, adanya rencana pengembangan empat Batalyon di Aceh, termasuk program penerimaan TNI dari sarjana pertanian.
“Saya sangat mendukung program Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko, karena itu bagi saya akan memperkuat Aceh sebagai daerah agraris sehingga pangan itu tercukupi dan bisa menjadi provinsi penyangga untuk provinsi tetangga,” katanya.
Alumni Lemhanas itu juga mengatakan, akan banyak menggunakan TNI yang putra Aceh sendiri yang dikasih kesempatan lebih luas, secara otomatis dapat meningkatkan nasionalisme, itu perlu, artinya jangan dilihat dari sisi tentara itu berperang.
“Tentara Indonesia itu kan bukan hanya untuk berperang, juga ada TNI manunggal bersama rakyat, jadi banyak hal yang dilakukan tentara saat tidak berperang, dan itu keuntungan bagi kita masyarakat, jadi jangan cuman dilihat dari sisi TNI berperang,” ujarnya.
Di samping itu, Herman Fithtra menyebutkan demi menyukseskan program pemerintah, ketahanan pangan maupun ketahanan energi, akan tumbuh ekonomi baru, maka terbuka kesempatan putra-putri atau anak-anak Aceh mendapat peluang lapangan kerja baru, sekaligus membangkitkan semangat nasionalisme.
Fithra menguraikan, saat ini perlunya peran semua kalangan dan rakyat Indonesia dalam menyukseskan program Presiden Prabowo, yakni ketahanan pangan, energi dan air.





