“Target kita kesejahteraan masyarakat petani menjadi prioritas, apalagi di beberapa wilayah di Aceh kawasan penyanggah pertanian masih cukup luas seperti di sebagian kawasan di pesisir timur Aceh, begitu juga kawasan barat selatan dan tengah Aceh, sangat potensial untuk wujudkan swasembada pangan di Aceh,” tuturnya.
Jika pun ada perbedaan terkait wacana penambahan Batalyon di Aceh, urai Herman Fithra, sesuatu yang wajar. “Bagi saya, jika dilihat dari sisi wawasan kebangsaan, pastinya penambahan batalyon di Aceh sudah dilakukan pengkajian cukup mendalam secara konprehensif oleh para pakar, apalagi dilihat dari perspektif kepentingan global, negara besar didunia ini sangat berkepentingan dengan negara-negara kawasan seperti Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, oleh karena itu kekuatan pertahanan menjadi perhitungan yang kuat dan matang,” jelasnya
Ditambahkan oleh Herman Fithra, Indonesia sebagai negara besar, harus mandiri, tidak didikte oleh asing, kebutuhan pangan harus betul-betul tercukupi oleh bangsa sendiri.
“Sekarang ada program presiden ketahanan pangan menuju kemandirian pangan Indonesia, harus ada yang menghimpun dan menggerakkan, salah satunya yang paling siap adalah TNI yang mudah dimobilisasi,” sebutnya.





