“Pemuda hari ini bukan sekadar pewaris bangsa, tapi pembuat sejarah baru. Mereka adalah energi kemajuan yang harus diarahkan, bukan dibatasi.”
[Ismail, SE.I Wakil Bupati Aceh Tamiang].
- Refleksi Hari Sumpah Pemuda Bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang; Dari Gagasan ke Gerakan Nyata
DI BAWAH langit pagi yang berpendar jingga, halaman kantor Bupati Aceh Tamiang ramai oleh barisan pemuda berseragam rapi.
Mereka berdiri tegap, sebagian memegang bendera merah putih, sebagian lagi membawa papan bertuliskan kata “Bangkit dan Bersatu”.
Ada semangat yang menyala, bukan sekadar untuk memperingati hari bersejarah 28 Oktober, tapi juga meneguhkan tekad: menjadi bagian dari perubahan.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I berdiri di podium dengan suara berwibawa namun teduh.
“Pemuda hari ini bukan hanya pewaris masa depan,” ujarnya, “tetapi penentu arah bangsa. Energi, pikiran, dan keberanian mereka adalah bahan bakar bagi kemajuan.”
Kalimat itu tak sekadar seremonial. Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 ini, pemerintah daerah memantapkan langkah konkret untuk menjadikan pemuda sebagai kekuatan pembangunan.
Bukan hanya slogan, tapi strategi nyata [disusun dengan pertimbangan matang dan visi jauh ke depan].





