TAPAKTUAN (MA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan turut memeriahkan Event Aceh Culinary Festival 2023 yang digelar di Taman Sri Ratu Safiatuddin, Banda Aceh selama tiga hari sejak 14 Juli 2023.
“Event Aceh Culinary Festival 2023 digelar selama tiga hari sejak 14, 15, 16 Juli 2023,” kata Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan Muchsin, ST, pada mediaaceh.co.id, Jum’at,(14/7).
Ia menyebutkan, kegiatan seperti ini dapat berbagi pengalaman dengan daerah lain, dalam rangka promosi produk unggulan masing-masing daerah.
Dalam event ini Pemkab Aceh Selatan juga menghadirkan 5 UMKM dengan berbagai menu kuliner, dan juga ikut tampil dalam acara lomba masak, tiga menu, daging, ayam dan ikan, ujarnya.
Muchsin menjelaskan, pelaku UMKM yang tampil diantaranya, Nova Tristiana, nama usahanya Cubo Raso Food, dari Gampong Kuta Blang, kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, produk yang dipromosikan diantaranya keripik pisang manis, sapik gulung aneka rasa, peyek kacang, keripik manyang, nata de coco.
Selanjutnya, keripik pisang manis Cubo Raso terbuat dari pisang Wak, berbahan dasar alami, tanpa pengawet, non gula, diproses secara tradisional sehingga tercipta rasa khas yang istimewa kegurihan dan kerenyahannya, menjadikan produk ini penuh nutrisi dan bergizi tinggi.
Kemudian, katanya Elvia, dari Gampong Madat, Kecamatan Samadua nama usaha Utii OHS dengan produk, U’timphan (aneka lapek khas Aceh Selatan). Dikarenakan Lapek merupakan salah satu makanan tradisional khas Aceh Selatan yang selalu ada saat hari besar maupun khenduri, ungkapnya.
Selain itu Yanti Malinda dari Desa Air Sialang Hilir, Kecamatan Samadua dengan nama usaha YM Kopi, kopi kampung, kopi kampuang merupakan penyajian kopi bubuk yg pengolahannya masih secara tradisional, tahap penggongsengan masih menggunakan kayu bakar.
Seterusnya Cafe Jambua Kanyang dari Gampong Lhok Rukam, dengan produk, sate lolak, jus nipah, tambahan menu, sate cumi, sate gurita, toti bakar/kukus selai pala.
Dan, Sarina, jenis usaha makanan dari Desa Luar, Kecamatan Samadua, produk yang dipamerkan makanan atau cemilan ini yang merupakan makanan khas jaman fahulu yang terbuat dari tepung beras asli, tanpa bahan pengawet apapun, dan telah memiliki tampilan, rasa dan kualitas yang telah teruji, serta, Produk ini sudah memiliki beberapa legalitas seperti P-IRT,NIB, HALAL, HAKI (untuk merek).
Dan untuk saat ini pemasaran menggunakan media online dan juga offline dan juga tersedia di beberapa swalayan di kabupaten Aceh Selatan, “semoga nanti pemasarannya bisa semakin berkembang,” pungkas Kadis.(Maslow Kluet).





