TAPAKTUAN | MA — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan dinilai lamban mengatasi kelangkaan beras di pasar yang menjadi pemicu kenaikan harga yang melambung tinggi.
Sebagai contoh, harga beras karung Keumala Super dan MB yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi mencapai Rp. 250 Ribu-Rp.320 Ribu/15 Kg.
Pantauan di lapangan, di pasar dan di toko-toko kelontong, tidak tampak tumpukan karung beras sebagaimana biasanya.
“Beberapa hari ini, tidak ada pasokan, biasanya kan Abang lihat tumpukan banyak. Kita pesan pun tidak ada barang, kata agen pemasok tidak ada padi yang akan digiling pabrik,” kata seorang penjual kelontong.
Pedagang lainnya di Tapaktuan dan Samadua mengakui, terjadi kenaikan harga beras di pasar menyusul terjadinya pembatasan pasokan dari pedagang grosir.
“Kami tidak lagi menerima pasokan dari agen, karena pabrik penggilingan padi kesulitan mendapatkan padi,” kata seorang penjual di Samadua, Minggu, (20/7/2025).
Sejumlah warga di Tapaktuan, mengakui, pihaknya mulai merasa cemas atas terjadi kenaikan harga beras yang terus merangsek setiap hari.
“Tidak bisa kami bayangkan kalau terus naik harganya dan barangnya susah dapatkan,” kata Tanak (50).




