TAPAKTUAN | MA — Aparat gabungan dari Kodim 0107/Aceh Selatan bersama Polri, (BPBD), dan BKSDA mengintensifkan patroli, namun sejauh ini belum berhasil menemukan pelaku pembakaran hutan dan lahan (hutla) di daerah itu.
Padahal, ditengarai, terjadinya peristiwa kebakaran di Aceh Selatan bukan tidak ada pelakunya.
Sering kali terjadi bahwa, pelaku pembakaran hutan yang umumnya membuka lahan baru untuk perkebunan sawit “menghilang” sebelum tim patroli tiba di lokasi.
Sebagaimana diketahui, aparat gabungan yang dikomandoi personil Kodim 0107/Aceh Selatan, Ahad, (1/2) melakukan patroli untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.
Menurut Pendim Kodim 0107/Aceh Selatan, patroli gabungan itu dilaksanakan pada kawasan yang dinilai rawan terjadi karhutla, antara lain Kecamatan Kluet Timur dan Bakongan.
Langkah itu, dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan tidak munculnya titik api baru serta menekan potensi kebakaran sejak dini.
Diinformasikan, peningkatan patroli dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya terjadi di Kecamatan Bakongan dan Trumon Timur. Peristiwa itu dilaporkan menghanguskan sekitar 37,5 hektare lahan di dua lokasi berbeda.
Mengutip penegasan Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino Lubis, Pendim mengatakan, langkah pencegahan terus ditingkatkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.



