Parnas DPRK Sabang Sorot Perhotelan dan Restauran Malas Bayar Pajak Daerah

Ketua Fraksi Parnas Bersatu DPRK Aceh Darmawan, SE, MM

Sabang, MA – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sabang yang tergabung dalam Fraksi Partai Nasional Bersatu (Parnas Bersatu) menyoroti pengelola Perhotelan dan Restauran yang dinilai membandel bayar pajak, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sabang sulit bertambah meskipun kunjungan wisatawan terus meningkat.

Padahal dalam beberapa tahun terakhir dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan ke terus meningkat, hal tersebut terpantau dari jumlah hotel dan travel yang juga bermunculan termasuk keramaian pengunjung di cafe dan restauran. Namun, disayangkan kesadaran pelaku usaha tersebut seperti masih kurang maka, diminta kepada instansi terkait untuk lebih mengawasi terhadap wajib pajak oleh pengusaha.

Fraksi Parnas Beserta yang tergabung dari beberapa partai seperti PBB, Golkar, PAN, PKS, dan Demokrat pada sidang paripurna menyampaikan, sebelum membaca pendapat akhir fraksi terhadap rancangan Qanun pertangungjawaban Fraksi Parnas Bersatu DPRK Sabang, menunjukan fakta dan data serta pendapat terkait minimnya pendapatan bagi daerah dari sisi perhotelan dan restauran

BACA JUGA...  Kabag Hukum Setda Pemko Sabang : Sebaiknya Diterapkan Efektivitas Produk Hukum Gaya Kekinian

Dimana realisasi pendapatan tahun 2023
potensi PAD dari retribusi pajak dan retribusi daerah Barang Milik Daerah sesuai dengan data yang tersaji dalam LHP BPK-RI masih ada wajib pajak yang tidak patuh terhadap pajak hotel dan sejenisnya serta pajak restaurant, sehingga tidak optimalnya pendapat asli daerah pada tahun 2023.

Adapun wajib pajak yang tidak patuh sebagai berikut 5 hotel, 12 home stay, 31 resort, 5 losmen, dan 2 motel serta wajib pajak restaurant yang tidak patuh, 12 restaurant, 13 rumah makan, 18 cafe, 7 warung, data ini menunjukan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, tidak serius menjalankan Qanun pajak dan retribusi daerah sebagai masukan pendapatan.

Parnas Bersatu DPRK Sabang dalam penyampaian pendapat pada masa sidang III tahun sidang 2023-2024 terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja kota Sabang tahun anggaran 2023 dilihat dari sisi PAD tidak bergeser keatas malah turun kebawah.

Sebelumnya pihak Pemko Sabang sudah pernah melakukan penekanan melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang, sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk mengoptimalkan pembayaran pajak oleh pengusaha perhotelan dan restauran.

BACA JUGA...  Bacalon Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam - Suraji Junus Mendaftar Ke Partai Demokrat Sabang

Namun, akibat kurang kontrol instansi terkait kini pengusaha perhotelan dan restauran serta lumbung-lumbung pajak lainnya kini mulai malas melunaskan wajib pajak dari hasil usahanya yang beroperasi di kawasan Sabang.

Sehingga PAD Kota Sabang semakin kurus kerempeng meskipun dari sisi kunjungan wisatawan terus meningkat, padahal dilihat kunjungan wisatawan ke Sabang akhir-akhir ini semestinya PAD akan meledak-meletus akan tetapi apa yang terjadi pada kenyataannya kantor PAD semakin kempes.

“Kami akui bahwa kunjungan wisatawan ke Sabang terus meningkat akhir-akhir ini namun, sangat disayangkan dari sisi Pendapatan Asli Daerah malah menurun dimana terjadi kesalahannya,” tanya Ketua Fraksi Parnas Bersatu DPRK Sabang Darmawan, SE MM.

Menurut Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) ini, Pj Wali Kota Sabang sudah bekerja maksimal dalam pengikatan kunjungan wisatawan ke Sabang, namun demikian instansi dan pejabat sekelilingnya yang kurang peka terhadap apa yang harus dilakukan supaya PAD bisa merangkak keatas.

BACA JUGA...  KIP Kota Sabang Belum Semua Menerima Hasil Bacaleg Yang Mampu Membaca Al-Qur'an

“Harapan kami adalah Pemko Sabang tidak boleh puas dengan majunya pariwisata saja akan harus dipikirkan bagaimana PAD juga harus meningkatkan dari hak-hak dan kewajiban pembayaran pajak daerah. Jika instansi terkait diam tidak berbuat maka anggaran daerah Sabang tidak akan pernah baik dan rakyatnya juga sulit untuk sejahtera,” ungkap Darmawan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *