Pertanyaannya?, pantaskan Lame – Duck menggantikan pejabat setingkat kepala dinas di mutasi [pindah tugaskan] di lingkungan pemerintahan Aceh Tamiang.
MASA TRANSISI PEMERINTAHAN di Kabupaten Aceh Tamiang khususnya dan 23 Kabupaten – Kota di Aceh umumnya sedang terjadi.
Kegelisahan Lame – Duck [Pejabat terpilih yang segera berakhir jabatannya] mengejawantahkan, sebab kebijakan yang diambil akan semakin terbatas.
Kondisi Lame – Duck di Aceh Tamiang, pada dasarnya tak perlu ditakuti oleh para pemangku ‘stake holder’, di pemerintahan yang lama, sebab bakal tak terjadi ‘resuffle’ kabinet.
Tetapi yang mengejutkan, tersebar isu Mutasi [Pergantian pemangku Stake Holder] di penghujung transisi pemerintahan.
Beberapa pejabat setingkat kepala dinas di lingkungan pemerintahan Aceh Tamiang gundah gulana, sebab posisinya mulai terusik.
Masa kepemimpinan Pemerintahan Penjabat Bupati Aceh Tamiang. Asra; diperpanjang hingga Februari 2025 mendatang.
Sampai peralihan pemerintahan definitif dilantik, menggantikan pemerintahan Lame – Duck yang sesaat lagi akan berlalu dari raut wajah rakyat Bumi Muda Sedia.
Di ranting pemerintahan Lame – Duck yang sedikit lagi akan patah, ada geliat tatanan pemerintahan yang diusik dan akan tersakiti jika ini terjadi, sengaja di hembuskan.




