Sementara itu, Geuchik Gampong Bantayan, Fadhal, menyebutkan bahwa Pemerintah Gampong bersama masyarakat telah beberapa kali mengusulkan pengerukan kuala melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan maupun kabupaten, namun hingga kini belum ada realisasi.
“Setiap tahun kami usulkan agar dilakukan pengerukan kuala, tapi belum juga ditindaklanjuti. Padahal, Kuala Catok ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat nelayan di wilayah pesisir Seunuddon,” kata Fadhal.
Fadhal juga menyebutkan, akibat dangkal Kuala tersebut, ratusan hektar tambak masyarakat yang ada tiga Gampong yaitu Teupin Keunyun, Bantayan, dan Ulee Rubek Timur terkena imbasnya dari dangkal Kuala Catok Seuneudon.
Ia berharap agar pemerintah daerah dapat segera menurunkan tim teknis untuk melakukan survei dan menentukan langkah penanganan yang tepat, biar nelayan dan petani tambak yang ada di Seunuddon bisa keluar dari kesulitan ini. “Kita sangat berharap kepada pemerintah agar bisa direalisasikan secepatnya,”‘ujar Fadhal.
“Jika tidak segera diatasi, kuala tersebut berpotensi tertutup total akibat sedimentasi yang semakin parah,” ungkap Fadhal.
Selain itu, masyarakat nelayan mengusulkan agar dilakukan pengerukan secara berkala dan dibangun pemecah ombak (breakwater) guna mencegah pendangkalan berulang. Mereka juga meminta agar pemerintah memperhatikan infrastruktur pendukung pelabuhan nelayan, seperti tempat tambat perahu dan fasilitas penampungan ikan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya














