
Meskipun tidak berasal dari keluarga seniman dan tanpa adanya anggota keluarganya yang terjun dalam dunia seni, Nabila menjadi sosok pertama dalam keluarganya yang memilih untuk terlibat dalam bidang seni. Ketertarikannya terhadap bernyanyi dimulai sejak usia 5 tahun. Saat masih duduk di bangku TK, Nabila bercita-cita menjadi penyanyi. Namun, saat SMP, cita-citanya berubah menjadi polwan karena pengaruh ayahnya yang sering melibatkannya dalam kegiatan kepolisian. Nabila merasa terpesona dengan profesi tersebut dan bahkan mengikuti latihan fisik untuk tes polwan. Memasuki masa SMA di SMA Negeri 3 Banda Aceh, cita-citanya kembali berubah seperti saat TK, yaitu menjadi penyanyi. Perubahan ini disebabkan oleh pengalamannya sebagai kreator konten, yang akhirnya membawanya memutuskan untuk menggeluti dunia hiburan sebagai penyanyi.
Nah, bila anda tertarik segera datang, jangan sungkam apalagi banyak alasan. Kadisbudpar pun telah menegaskan, untuk penutupan semua masyarakat bisa menonton. Konsepnya, tidak lagi seperti saat pembukaan. Sehingga, tutur Almuniza, isu-isu yang ada di ruang publik terkait pembukaan PKA-8 dipastikan tidak akan terjadi saat penutupan.
“Saat pembukaan banyak masyarakat yang tidak terpuaskan, kami minta maaf. Karena kita ketahui Taman Sulthanah Safiatuddin tempatnya sangat terbatas,” jelasnya.
“Untuk penutupan kami mengundang semua. Jadi saat penutupan tidak ada undangan khusus, kita akan saksikan bersama-sama. Tidak ada lagi strata sosial seperti yang dibicarakan di ruang publik,” kata Almuniza tegas.
Koordinator Sekretariat PKA-8, M Syahputra Azwar menambahkan, acara penutupan PKA-8 diprediksi akan dipenuhi pengunjung dari berbagai wilayah. Oleh sebab itu, panitia menyarankan kepada orang tua untuk tidak membawa anak (0-5 tahun) ke area panggung utama.
“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk tidak membawa anak yang masih berusia di bawah lima tahun untuk masuk ke area panggung utama demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya. [***]




