TAKENGON (MA) – Festival lomba budaya Gayo di gelar oleh Meseum Negeri Gayo melibatkan semua komponen masyarakat mulai dari anak-anak SD hingga orang – orang dewasa, dengan harapan agar kebudayaan dan bahasa gayo tidak punah tertelan zaman.
Plt Kepala Museum Negeri Gayo Abdul Hamid, pada mediaaceh.co.id, Sabtu, (24/6) mengatakan pelaksanaan festival itu telah terlaksana dari tanggal 19 Juni lalu hingga tanggal 24 Juni 2023 ini, acara itu ditutup oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah Drs. Uswattudin, MAP, di Komplek Museum Negeri gayo Mes Time Ruang.
Sementara aneka yang diperlombakan diantaranya lomba melengkan antar Kecamatan, lomba cerdas cermat, tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat.
Sedangkan, lomba bercerita juga diikuti oleh SMP Sederajat, sambil belajar bersama di Museum, adapun di festival tersebut diadakan lomba permainan sepatu batok, lomba pameran, “lomba-lomba yang digelar ini bertujuan untuk melestarikan budaya Gayo yang hampir punah,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Disdikbud Aceh Tengah Uswattudin saat menutup acara itu, menyatakan masyarakat sangat antusias dengan acara yang di gelar oleh Museum Negeri Gayo ini. Diberbagai kesempatan dirinya terus memberikan motivasi kepada setiap pendidik agar bahasa Gayo dapat terus dijadikan muatan lokal (mulok) pada setiap tingkatan sekolah,” dasar kegiatan tersebut tertuang dalam Qanun Nomor 2 Tahun 2019,” sebut Kadisdikbud Aceh Tengah ini.
“Aceh Tengah satu-satunya daerah yang telah memiliki Qanun tentang bahasa daerah, jadi kita lebih cepat bila dibandingkan Gayo Lues dan Bener Meriah,” ungkapnya.
Diakhir pernyataannya, uswattudin memilih Museum Negeri Gayo di jadikan tempat kegiatan, karena lebih memperdayakan lokasi atau tempat Meseum kepada masyarakat terutama anak- anak didik, bahkan museum ini bisa dijadikan salah satu paket wisata di Aceh Tengah.
Sederetan sang juara lomba bersuka cita dalam lomba Festival Budaya Gayo, dan yang menariknya yang kalah juga menikmati perlombaan itu, karena ada tawa dan silaturrahim di arena lomba. (AR).




