Dalam setiap pandangan mata para peserta, terselip kesadaran baru: bahwa menjaga hutan bukan hanya menjaga pohon, tapi juga menjaga kehidupan, air mata anak cucu, dan napas bumi.
Suara Alam adalah Suara Nurani
Menutup kegiatan itu, Ilham Pangestu menyampaikan kalimat sederhana tapi menggugah;
“Hutan adalah kehidupan. Jika kita menjaganya, ia akan menjaga kita. Jika kita melukainya, ia akan menagih balasnya dengan cara yang tak pernah kita duga.”
Bagi masyarakat Aceh Tamiang, pesan itu bukan sekadar kata, tapi panggilan nurani untuk kembali menyatukan diri dengan alam. Sebab, di antara deru pembangunan dan kepentingan ekonomi, masih ada yang harus kita rawat dengan penuh cinta [rimba yang menumbuhkan kehidupan].




