Mengenal Lebih Dekat Budaya Kluet : “Meubobo Alang”,  Tradisi Unik dalam Acara Sunat Rasul  

Salah satu atraksi yang lucu saat anak sunat rasul digotong oleh "impal" yang "dikawal" seorang yang berpakaian milter dalam acara "Meubobo Alang" dalam tradisi adat Suku Kluet di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Adegan-adegan lucu, tersebut, justeru menambah kemeriahan hajatan dan memang tujuan untuk menghibur orang tua dan keluarga yang menjalani pesta sunat rasul.

Menurut  Hasbaini, S.Pd, M.Pd, seorang  pemerhati budaya Kluet, tradisi “Meubobo Alang” itu,  tidak diketahui secara persis kapan tercipta atau mulai dilaksanakan.

Namun,  telah dilakukan secara turun temurun di kalangan masyarakat Kluet.

BACA JUGA...  FPKR Galang Dana Untuk Korban Kebakaran di Aceh Selatan 

“Tradisi “Meubobo Alang” masih eksis di masyarakat Kluet, dan harus tetap dipertahankan, sebagai kekayaan budaya non benda,” katanya.

Menurutnya, acara “Meubobo Alang” itu, diadakan, satu hari sebelum hari H. Tradisi ini cukup menarik dan menghibur, karena selain unsur memeriahkan hajatan, dan memperkuat silaturahmi antar warga.

Kemudian dilakukan penyerahan oleh perangkat adat, dan didampingi oleh perangkat hukum kepada wali si anak sunat di tempat hajatan.

BACA JUGA...  Upaya Basagemil Bersihkan Sampah Plastik di Kawasan Wisata Lampuuk

“Meubobo Alang” dapat memperkuat silaturahmi antar keluarga hajatan, dan masyarakat. Yang menciptakan suasana sakral dan penuh kegembiraan,” kata Hasbaini.

Nuansa kemeriahan,  besar kecil dan banyaknya undangan yang datang di saat hajatan adalah bersesuaian dengan kemampuan tuan rumah. Seperti, penyembelihan hewan kerbau, sapi atau kambing  itu tergantung kepada ketersediaan pemilik hajatan untuk  disajikan kepada para tamu dan undangan.