Mengenal Lebih Dekat Budaya Kluet : “Meubobo Alang”,  Tradisi Unik dalam Acara Sunat Rasul  

Salah satu atraksi yang lucu saat anak sunat rasul digotong oleh "impal" yang "dikawal" seorang yang berpakaian milter dalam acara "Meubobo Alang" dalam tradisi adat Suku Kluet di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

LAIN padang, lain belalang, lain lubuk lain ikannya, begitulah ungkapan lama yang menggambarkan perbedaan adat dan budaya yang berlaku pada wilayah lainnya.

Begitu juga, budaya  yang dijalani oleh Suku Kluet yang telah mentradisi sejak ratusan tahun lalu.

Salah satu tradisi itu yakni “Meubobo Alang”.  Tradisi ini, bagi Suku Kluet, merupakan kegiatan budaya yang sulit ditinggalkan saat satu keluarga melaksanakan acara sunat rasul atau khitanan terhadap anak yang berjenis  jenis kelamin  laki-laki.

BACA JUGA...  JMSI Lampung Terima Kunjungan Dirut RSUAM

Saat acara khitanan,  diadakan rangkaian budaya mengantarkan anak yang disunat ke rumahnya. Di sini, terlihat keunikan tradisi tersebut, karena anak yang akan disunat-rasul, terlebih dahulu “dipinjam” oleh  pihak pamannya beberapa jam lamanya sebelum di antara ke rumah orang tuanya.

Namun, untuk  anak perempuan, biarpun dilakukan sunat rasul  tidak semeriah sunat rasul anak lelaki.

BACA JUGA...  Studi Banding Ke Sumut, Ini Kata Ketua SPS Aceh 

Sehingga acara budaya “Meubobo Alang” tidak dilakukan untuk  anak perempuan.

Tibalah saat pengantaran tersebut yang disertai dengan pihak keluarga besar pamannya  atau yang disebut “pemamoan”.

Namun anak perempuan juga dilakukan sunat, hanya saja tidak semeriah sunat rasul anak lelaki. “Meubobo Alang” tidak dilakukan untuk kalangan anak perempuan.