Mengenal Lebih Dekat Budaya Kluet : “Meubobo Alang”,  Tradisi Unik dalam Acara Sunat Rasul  

Salah satu atraksi yang lucu saat anak sunat rasul digotong oleh "impal" yang "dikawal" seorang yang berpakaian milter dalam acara "Meubobo Alang" dalam tradisi adat Suku Kluet di Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Pada acara pengantaran “Meubobo Alang” ini, ikut diundang perangkat adat  desa setempat, famili dan masyarakat gampong.

Intinya, acara ini dilakukan, semata-mata untuk memeriahkan kenduri/pesta dengan nilai-nilai kekerabatan dan saling tolong menolong disamping dengan tidak langsung melestarikan tradisi yang telah berlaku secara turun temurun.

Sejumlah perlengkapan pun di bawa ketika pengantaran “Meubobo Alang tersebut. Mulai perlengkapan pakaian berupa baju, celana, kain sarung, kain panjang dan lain keperluan untuk anak sunat yang disunat, tergantung kemampuan keluarga paman.

BACA JUGA...  Kapolda Aceh Lepas Peserta Bhayangkara SPA 3 ACEH Trail Adventure

Tetapi kalau kebutuhan pokok (sembako) sayuran-mayur, buah-buahan, tebu, kelapa, ubi kayu,  bumbu-bumbu dapur, dan seekor kambing, sepertinya sudah menjadi “wajib” untuk dibawa, terlepas dari  paman yang berasal dari keluarga mampu atau tidak mampu.

Selain  itu, para pengiring yaitu, perangkat desa, dan masyarakat yang ikut serta, tetap membawa 1 kg gula pasir, satu  papan telor ayam per orang, disesuaikan dengan kemampuan.

BACA JUGA...  Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi

Acara penyambutan “Meubobo Alang” di rumah orang tua yang disunat-rasulkan,  dimeriahkan dengan silat gelombang khas Suku Kluet.

Selanjutnya untuk menyemarakkan acara sunat rasul (pesta),  kalangan anak paman (impal- bahasa Kluet),  turut memainkan peran anak yang di sunat –  rasulkan. Sekali lagi,  di sini lah, terlihat  keunikan tradisi itu yang kadang kala menghibur dengan aneka kelucuannya.