Media Terdesak, Anggaran Iklan Beralih ke Baliho dan Videotron

ACEH | MA  -– Sejumlah media lokal di Aceh menghadapi tekanan serius setelah anggaran iklan cetak dan daring beralih ke media luar ruang, seperti baliho dan videotron. Perpindahan dana tersebut berdampak langsung pada pendapatan dan operasional redaksi.

Selama beberapa bulan terakhir, ruang iklan yang menjadi sumber utama pemasukan media cetak dan siber semakin menyusut. Di sisi lain, baliho dan videotron di area publik semakin banyak menampilkan materi promosi pemerintah dan lembaga.

BACA JUGA...  PSI Aceh: Pemangkasan Anggaran Pemerintah Menghancurkan Pers Lokal

Fajar Darwis, pengelola media online berbasis isu lokal, mengatakan bahwa perubahan alokasi anggaran membuat aktivitas liputan menjadi terbatas dan memaksa manajemen melakukan penghematan.

“Iklan yang dulu menopang cetak dan pembaruan situs tiba‑tiba menghilang. Tanpa pendapatan iklan, kami harus memangkas jadwal publikasi dan menunda proyek liputan,” ujar Fajar.

Rizki Maulana, pengelola media online berbasis Aceh, menilai kebijakan ini mengabaikan peran pers sebagai pengawas kebijakan publik.

BACA JUGA...  Pelaksana Pawai Takbir Idul Adha di Sabang Meriah

“Baliho dan videotron hanya menampilkan citra visual, bukan jurnalistik. Seharusnya anggaran iklan memperkuat media yang menjalankan fungsi kontrol sosial,” katanya.

Seorang manajer pemasaran dan periklanan di sebuah media cetak mingguan terverifikasi Dewan Pers, yang memilih tetap anonim, menambahkan: