Manuver Licin Pak Jokowi

Kamis, 28 April 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto: keuangannews.id

Sumber Foto: keuangannews.id

Oleh : Rizal Fadillah

Kedatangan Presiden Jokowi meninjau sirkuit Formula-E Ancol yang telah menyelesaikan 100 % untuk track balapan cukup mengejutkan. Apalagi terlihat sedemikian akrab dengan Anies Baswedan Gubernur DKI. Sudah menjadi pengetahuan khalayak bahwa keduanya tidak dalam keadaan akur. Khususnya sikap Jokowi dan kubunya kepada Anies.

Kondisi ini tidak bisa dibaca sepintas dan disederhanakan bahwa Presiden memiliki perhatian terhadap pembangunan sirkuit balap Formula-E Ancol. Adanya aksi interpelasi anggota DPRD DKI yang dilakukan oleh kubu Istana adalah bukti perseteruan yang sulit didamaikan.

Jadi peristiwa kunjungan ini memang aneh.

Keanehan itu dapat difahami lebih dalam jika dilihat sebagai manuver yang sarat dengan pesan politik, sekurangnya :

Pertama, Jokowi tidak mau kalah 2-0 oleh Anies. Di sirkuit MotoGP Mandalika NTB Jokowi mengalami kegagalan. Alih-alih mendulang pujian justru yang ramai adalah soal mistik pawang hujan. Itupun tidak sukses. Sebaliknya Anies yang juga hadir saat itu ternyata lebih mendapat sambutan dari masyarakat. Panggung Jokowi diambil Anies.

BACA JUGA...  ACEH TAMIANG SEPERTI TUBUH YANG DIPAKSA TERSUNGKUR

Kedua, Jokowi sedang galau karena kubunya diobrak abrik oleh Megawati. Soal mafia minyak goreng dikutak-katik oleh Jaksa Agung yang kebetulan adik dari petinggi PDIP. Luhut kalang kabut atas serangan kepada teman-temannya itu. Jokowi bermanuver mendekat kepada Anies untuk menggertak Mega dan mengganggu Puan PDIP dalam Pilpres ke depan.

Ketiga, upaya mempertahankan kekuasaan mentok. Awal Ganjar Pranowo menjadi kepanjangan tangan, akan tetapi hasil survey yang mengunggulkannya tercium rekayasa. E-KTP dapat menghadang. Belum lagi PDIP yang marah. Lalu Jokowi-Prabowo digelindingkan, namun Prabowo bukan jagoan yang dulu. Pasangan ini dipaksakan. Dijamin jeblok. Apalagi untuk hal ini harus melalui amandemen Konstitusi dahulu.

Keempat, Anies menjadi pilihan atas popularitas dan elektabilitas yang ada padanya. Anies perlu didekati dan dilobi agar sekurang-kurangnya mau menjadi protektor pasca lengser. Atau secara spektakuler siap berpasangan dengan Jokowi untuk Pilpres 2024. Jokowi tak punya pilihan selain menempel pada Anies Baswedan.

BACA JUGA...  Relawan Hadiahi Jokowi Buku Soal Hasan Tiro

Kelima, manuver pemulihan citra dunia. Melalui Formula-E dan peresmian JIS yang megah, Jokowi berharap namanya akan ikut naik dan terputihkan. Anies mampu menggendong siapapun untuk meningkatkan reputasi. Ini yang diinginkan Jokowi. Jokowi harus terlihat “cool” dan harus berhasil merayu Anies untuk mulai “bersahabat”.

Manuver keputusasaan Jokowi ini bukan tidak berisiko. Para buzzer tentu kecewa dan dibuat mati kutu. Mungkin terjadi penurunan loyalitas. Kongsi dengan PDIP akan retak bahkan bisa pecah. Kehilangan dukungan PDIP merontokkan koalisi pendukung. Masing-masing mencari jalan sendiri sendiri. Kelompok oligarki di belakang mulai goyah kepercayaan dan mencari opsi dukungan figur baru. Bandar mulai bergerilya.

BACA JUGA...  Pengamat: Rizal Ramli Didepak karena Protes Reklamasi

Jokowi akan ditinggal sendirian. RRC mulai kebingungan karena Luhut sebagai “duta besar” nya telah menjadi musuh bersama rakyat Indonesia. Jokowi kehilangan pegangan. Lalu meningkatkan intensitas berfose kesendirian sebagaimana yang menjadi kegemarannya. Berdiri di hutan, di sawah, di perahu nelayan, atau di pinggir rel berjongkok mengukur panjang jalan. Masuk got sendirian pula.

Dua tahun ke depan adalah masa-masa berat pemimpin yang dimenangkan melalui kardus yang digembok. Gelisah bersemayam di Istana kardus yang lemah dan mudah ditembus. Oleh kepentingan para taipan yang rakus dan pejabat yang berubah menjadi tikus-tikus.

Krisis kepercayaan membawa dua pilihan yaitu digoreng atau direbus. Bukan begitu, bu Mega ?

Tapi tenang, pak Jokowi jangan khawatir karena masih ada fatwa yang menenangkan jiwa dari pak Kyai Wapres : Dua pisang !

Penulis : Pemerhati Politik dan Kebangsaan

(Bandung, 27 April 2022).

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

KESEHATAN

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:58 WIB

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB