Mahasiswa Geruduk Gedung DPRA dan Gubernur Tolak Kenaikan BBM
BANDA ACEH (MA) – Demo serentak yang dilakukan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dan Univeritas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry empat hari lalu [3 September 2022] di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan di depan Kantor Gubernur tak menyurutkan pemerintah untuk tidak menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Demo dipicu oleh kebijakan pemerintah untuk menaikan BBM jenis Pertalite Rp10 ribu rupiah per liter, Solar Subsidi Rp6800 ribu rupiah per liter dan Pertamax Rp14 ribu rupiah per liter.
Gelombang demo tidak hanya terjadi di Aceh, hampir diseluruh wilayah Indonesia tak terkecuali Jakarta, yel-yel yang disuarakan menolak kebijakan pemerintah RI menaikan BBM.
Di Aceh, hampir seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari masing-masing utusan Universitas tumpah, baik di Banda Aceh atau Ibukota Kabupaten dan Kota masing-masing serentak melakukan aksi Pemerintah Jalanan.
Sumber dari mahasiswa USK menyebut; keputusan pemerintah pusat menuai banyak sekali kritikan dari masyarakat, berbagai argumentasi dilemparkan untuk mencoba mengkritik dan menolak keputusan pemerintah, masih menemukan jalan buntu.
Salah satu elemen masyarakat yang menolak adalah dari kalangan intelektual muda yang dikenal karena idealismenya yakni mahasiswa.




