Begitu pernyataan Komenhokam BEM USK, Rahmad Fahlevi kepada mediaaceh.co.id, Rabu, 8 September 2022 di Banda Aceh.
Satu bentuk penolakan kalangan mahasiswa terhadap kenaikan harga BBM bisa lihat di Kota Banda Aceh, dimana kota yang memiliki 2(Dua) kampus dengan tagline ‘Jantong Hatee Rakyat Aceh’ yakni Universitas Syiah Kuala (USK) dan juga UIN Ar-Raniry.
Sama-sama melakukan aksi demonstrasi berisikan isu nasional seperti kenaikan BBM dan Isu daerah pun menjadi santapan pemerintah jalanan; seperti isu tingkat kesejahteraan masyarakat Aceh, pendidikan, kemiskinan.
Anehnya kata Fahlevi; aksi tersebut tidak dilakukan secara serentak, mulai harinya yang berbeda hingga lokasinyapun berbeda, UIN di DPRA dan USK dikantor Gubernur Aceh. “Kenapa ya, kok demo kali ini USK dan UIN ga dilakukan secara serentak?,” Ucapnya
Menurutnya, kedua Universitas tersebut melakukan aksi seolah seperti shif. Disamping isu nasional, USK membawa segudang tuntutan isu daerah sebanyak 25 point tuntutan mulai dari kemiskinan, DOKA, pendidikan, ekonomi, pelecehan seksual hingga konflik agraria.
Dalam kesempatan yang sama,
Presiden mahasiswa USK, Zawata Afnan juga menyampaikan bahwa perbedaan jadwal dan lokasi demonstrasi USK dan UIN Ar-Raniry itu merupakan pola pergerakan. “Itu adalah pola pergerakan,” Kata Zawata Afnan




