JAKARTA (MA) — Panggung politik Aceh kembali dihangatkan oleh dinamika persahabatan yang kuat antara H. Sudirman, yang lebih dikenal sebagai Haji Uma, dan calon Gubernur Aceh dari Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem.
Kedekatan hubungan antara kedua figur ini tidak hanya mencerminkan keakraban personal, tetapi juga sebuah aliansi strategis yang berpotensi besar menentukan arah politik Aceh dalam Pilkada 2024. Minggu, 11 Agustus 2024.
Popularitas dan Loyalitas yang Tidak Tergoyahkan
Haji Uma, yang lahir di Aceh Utara, sudah lama dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Karirnya sebagai komedian dan da’i telah membawanya menjadi figur yang akrab di hati rakyat.
Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang tidak pernah berubah yaitu loyalitasnya kepada Mualem. Sejak dahulu, Haji Uma telah menjadi bagian penting dari tim pemenangan Mualem, menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan kepada calon pemimpin ini.
Sebagai anggota DPD-RI, Haji Uma telah menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap isu-isu lokal dan nasional yang berkaitan dengan Aceh.
Kepeduliannya terhadap nasib para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia telah memberinya citra sebagai tokoh yang dermawan dan penuh empati.




