Lima Ribu Sertifikat Peruntukkan Lahan Kelapa Sawit di Aceh Tamiang

  • Bagikan

 39 total views,  1 views today

Lima Ribu Sertifikat Peruntukkan Lahan Kelapa Sawit di Aceh Tamiang

KUALASIMPANG (MA) – Bupati Aceh Tamiang, Aceh. H. Mursil, SH, MKN akan memberikan 5000 sertifikat peruntukkan lahan petani kelapa sawit rakyat, sebagai upaya perlindungan dan meningkat perekonomian income perkapita.

Upaya Bupati Mursil, tak hanya sebatas memberikan sertifikat lahan pertanian saja, juga pembinaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang sustainable (berkelanjutan) dan berwawasan lingkungan.

Begitu penegasan Bupati Mursil pada mediaaceh.co.id. Senin, 13 September 2021 di Karang Baru, usai menanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) Coaction Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh program pengadaan 5000 sertifikat.

“Ini harus kita lakukan, sebagai upaya mendongkrak pendapatan income perkapita, khususnya petani Perkebunan Kelapa Sawit rakyat yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” tegas Mursil.

Untuk mensinergikan dan upgrade petani perkebunan Kelapa Sawit, Bupati Mursil menggandeng Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Kanwil BPN Aceh dan Dirjend Pertanahan RI.

Kata Bupati Mursil, program sertifikasi itu selain meningkat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang, juga pemenuhan pencapaian Proteksi, Produksi dan Inklusi (PPI) Compact. Apalagi Kanwil BPN Aceh bersedia memberikan pelayanan sertifikat keoada masyarakat.

“Perlu diketahui; Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan coaction/kerjasama dengan Kanwil BPN Provinsi Aceh, yakni akan mensertifikasi 5000 lahan bagi petani kelapa sawit khususnya bagi petani kelapa sawit program VSA atau daerah penghasil terferifikasi. Melalui Program Sertifikasi Lahan ini diharapkan kedepannya tidak ada lagi konflik lahan antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan Perusahaan dan Masyarakat dengan Pemerintah,” Jelasnya.

Kecuali itu; penting adanya sertifikat dimana petani dapat menawarkan harga lebih tinggi, dengan adanya sertifikat lahan kebun bagi petani kelapa sawit kiranya dapat meningkatkan penghasilan petani melalui program sertifikasi.

Pun begitu, pemerintah Kabupaten Aceh, selain pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hingga masyarakat dapat memperoleh sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Round Table on Sustainable Palm Oil (RSPO) internasional.

Begitu juga dengan para perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah Kabupaten Tamiang, agar dapat berperan aktif dan ikut serta pada program Wilayah Sumber Terverifikasi (VSA) guna pencapaian target, sehingga terciptanya kerangka daya saing daerah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Akhirnya di kesempatan yang sangat berbahagia ini. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kakanwil BPN Provinsi Aceh yang telah memfasilitasi program Sertifikasi lahan bagi Petani kelapa sawit di Aceh Tamiang. FKL dan IDH yang telah memberikan kontribusi yang begitu besar dalam menjalankan program VSA ini bersama dengan PUPL di Aceh Tamiang,” Terang Mursil.

Sementara Kakanwil BPN Provinsi Aceh Dr. Agustyarsyah, S.SiT, S.H, M.P, mengatakan; setiap tahun tugas pengerjaan sertifikasi ini tidaklah mudah.

Untuk di Aceh Tamiang ia jelaskan berdasarkan data ada 100 ribu bidang tanah dimana yang sudah terpetakan sebanyak 57 ribu dan 44 ribu bidang tanah yang terpetakan.

“Harapannya dengan adanya program seperti ini, dapat digagas oleh Bupati dan Walikota lainnya sehingga lahan yang ada di Aceh bahkan di Indonesia dapat segera terpetakan,” Harapnya. [Syawaluddin].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...