LEPPAMI: Kualitas Objek Wisata Prioritas Masih Memprihatinkan 

Kordinator LEPPAMI Tonicko Anggara mengeritik penanganan objek wisata Tapak di Tapaktuan yang belum serius.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) menilai kualitas objek wisata di Aceh Selatan masih memprihatinkan, sehingga perlu penanganan yang lebih serius.

Hal itu dikatakan LEPPAM melalui koordinatornya Tonicko Anggara kepada mediaaceh.co.id di Tapaktuan, baru-baru ini.

Menurutnya, pihak terkait perlu menggenjot kemajuan bidang pariwisata dengan melakukan pembenahan terhadap objek wisata terutama objek wisata yang menjadi skala prioritas.

Dia menyayangkan kualitas objek wisata yang masuk dalam skala prioritas Kabupaten Aceh Selatan yang kondisinya memprihatinkan bahkan jauh dari kata safety namun tetap dipaksakan beroperasi guna menyokong  pendapatan asli daerah (PAD).

Pendapatnya dengan pembangunan pariwisata adalah tanpa adanya perhatian khusus dan pembenahan yang tuntas,

BACA JUGA...  Novi Rosmita Bantu Korban Banjir di Tapaktuan

“Hari ini saya mengunjungi objek wisata Tapak di Tapaktuan karena mendapatkan informasi bahwasanya beberapa hari yang lalu rusak parah akibat hantaman gelombang laut,” katanya.

Sayangnya, katanya,  meskipun rusak dan tak lagi memenuhi standar safety bagi para wisatawan dalam berwisata, objek wisata yang masuk dalam objek wisata prioritas Aceh Selatan ini juga tak diperbaiki sehingga yang dilakukan oleh pengelola adalah membuat jalan darurat agar pengunjung tetap lewat dengan menggunakan uang pribadi agar para pengunjung tetap bisa menikmati Tapak.

Aktivis LEPPAMI mendapat laporan dari pengelola objek wisata itu bahwa, penggunaan uang pribadi untuk membenahi akses ke objek wisata tersebut.

Pihak pengelola juga menyampaikan bahwa mereka tidak keberatan dengan hal itu mengingat bila akses terus dibiarkan rusak tentu akan menggangu mobilitas para pengunjung dalam berwisata ke Tapak, juga pastinya akan mengganggu target capaian.

BACA JUGA...  Penggunaan Dana Desa untuk Bimtek ke Bali Menuai Kontroversi

“Tentunya kita mengapresiasi pertolongan pertama dari pihak pengelola objek wisata Tapak. Tapi, kita disini kita juga mempertanyakan terkait perhatian pemerintah daerah terhadap objek wisata ini karena lagi-lagi ini adalah objek wisata prioritas Aceh Selatan yang ikut andil dalam menghasilkan PAD daerah. Masa sih harus terus di biarkan begitu saja dengan kondisi yang memprihatinkan?,” kata Tonicko Anggara dalam tanda tanya.

Tonicko Anggara mendesak pemerintah Aceh Selatan dalam hal ini dinas terkait untuk  menyelesaikan perkara objek wisata Tapak ini dengan cepat dan sigap agar dapat difungsikan kembali.

BACA JUGA...  Soal Salah Ketik, Wilson Lalengke Tak Bisa Terima

“Wajib memastikan standar keamanan dalam berwisata bagi para wisatawan terpenuhi agar objek wisata Tapak bisa kembali menghasilkan PAD bagi Kabupaten Aceh Selatan bila kondisinya sudah baik,” kayanya.(Maslow Kluet).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *