Laskar Panglima Nanggroe Harap Presiden Prabowo Hadiri Pelantikan Gubernur Aceh

Sulaiman menegaskan bahwa kehadiran Prabowo bukan sekadar formalitas, melainkan simbol keseriusan pemerintah pusat untuk memenuhi janji MoU Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan NKRI, yang hingga kini masih menyisakan persoalan implementasi.

“Mualem dan Dek Fad bukan sekadar pasangan kepala daerah. Mereka adalah simbol perjuangan rakyat Aceh dan mantan kombatan GAM yang kini diberi mandat untuk memimpin. Kehadiran Presiden Prabowo di pelantikan mereka akan menunjukkan komitmen nyata terhadap penyelesaian janji-janji MoU Helsinki serta pelanggaran HAM berat yang masih membekas di Aceh,” ujar Sulaiman dalam pernyataannya. Senin (27/01/2025).

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Selatan Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran 

MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 menjadi tonggak perdamaian antara GAM dan pemerintah Indonesia.

Namun, beberapa poin utama dalam kesepakatan itu, seperti pengadilan HAM, penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat, dan implementasi keadilan sosial, dinilai belum sepenuhnya terealisasi.

Bagi Aceh, momentum pelantikan kepala daerah ini dapat menjadi pengingat bahwa rekonsiliasi politik harus dibarengi dengan tindakan nyata.

BACA JUGA...  Laskar Panglima Nanggroe: Perilaku Wabup Pidie Jaya Sangat Memalukan Bagi Aceh 

Aceh dalam Sejarah Kemerdekaan: Fondasi Jasa untuk NKRI

Sulaiman Manaf juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia.