Proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 hingga perjuangan mempertahankan kedaulatan tidak terlepas dari peran strategis Aceh.
Salah satunya adalah dukungan penuh para tokoh Aceh, seperti Teuku Nyak Arief, yang bersumpah atas nama Allah untuk membela kemerdekaan hingga titik darah penghabisan.
“Aceh bukan sekadar wilayah administratif, tetapi sebuah provinsi dengan sejarah yang sarat pengorbanan. Saat Belanda berusaha kembali menguasai Indonesia setelah Proklamasi, Aceh berdiri tegak dengan semangat ‘Aceh Moorden’.
Dalam situasi seperti ini, kehadiran Prabowo dalam pelantikan Gubernur Aceh menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa besar Aceh bagi Indonesia,” tambah Sulaiman.
Menanti Langkah Prabowo untuk Aceh
Sebagai Presiden RI, Prabowo dihadapkan pada tantangan besar untuk menjadikan Aceh sebagai contoh keberhasilan implementasi otonomi khusus.
Kehadiran Prabowo dalam pelantikan kepala daerah Aceh diharapkan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan isu-isu krusial, termasuk revisi peraturan yang relevan dengan status istimewa Aceh.
Bagi masyarakat Aceh, pelantikan kepala daerah kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menegaskan kembali eksistensi Aceh dalam bingkai NKRI.




