Kementerian ATR/BPN Pastikan Tanah Rakyat Tidak Disita

Selasa, 19 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA  | MA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa isu yang menyebut tanah tanpa sertipikat akan diambil negara pada tahun 2026, itu tidak benar. Penegasan ini disampaikan Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

“Informasi bahwa tanah girik yang belum didaftarkan hingga 2026 akan diambil negara itu tidak benar,” kata Asnaedi.

BACA JUGA...  Disbudpar Aceh Gelar Melayu Raya Art Festival 2022 

Ia menjelaskan, girik, verponding, letter C, maupun bekas hak lama lainnya bukan bukti kepemilikan, melainkan petunjuk adanya riwayat penguasaan tanah. Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA), bekas hak lama dapat diakui, ditegaskan, dan dikonversi melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Kalau giriknya ada, tanahnya ada, dan yang bersangkutan menguasai, maka tidak ada alasan tanah itu diambil negara,” jelasnya.

BACA JUGA...  Baitul Mal Bireuen Salurkan Infak Kepada Korban Rumah Terbakar

Lebih lanjut, ia menyinggung Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 Pasal 96 yang mewajibkan tanah bekas milik adat didaftarkan paling lama lima tahun sejak aturan tersebut berlaku. Artinya, tahun 2026 menjadi batas waktu pendaftaran, namun hal ini bukan berarti negara merampas tanah rakyat.

Dirjen PHPT menekankan, pendaftaran tanah justru bertujuan memberikan kepastian hukum bagi pemilik, sekaligus mencegah sengketa di kemudian hari. “Ini momentum agar masyarakat segera menyertipikatkan tanahnya. Negara hadir melindungi, bukan mengambil hak masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA...  Nusron Ajak Daerah Tuntaskan RDTR

Kementerian ATR/BPN mengimbau masyarakat tidak mudah percaya isu menyesatkan. Informasi resmi dapat diperoleh melalui situs www.atrbpn.go.id, akun media sosial Kementerian ATR/BPN, serta layanan pengaduan Hotline WhatsApp 0811-1068-0000. (R)

Berita Terkait

Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan
Peringatan Sumpah Pemuda di Aceh Selatan, Wabup Baital: Generasi Penerus Harus Berkarakter
BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara
Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga
Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan
Longsor Teratasi, Jalur Menggamat – Kota Fajar Lancar 
Besok, 1000 Anak Yatim Disantuni Wagub Aceh di Masjid Besar Quba

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Haili Yoga: Pemuda Garda Terdepan dalam Pembangunan dan Tahapan Pemulihan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Aceh Selatan, Wabup Baital: Generasi Penerus Harus Berkarakter

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:06 WIB

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Mangan Murum di Quba, Wagub Aceh Serukan Kebersamaan

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Firdaus Diberhentikan dari Anggota PWI

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:33 WIB

Wakil bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang saat mengikuti pertemuan pemetaan wilayah banjir dan longsor bersama BPBD Aceh Utara.

PEMERINTAHAN

BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor Aceh Utara

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:06 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM

PEMERINTAHAN

Bibit Siklon 98B Ancam Hujan Ekstrem, Ayah Wa Minta Warga Siaga

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:31 WIB