“Kita tidak bisa lagi bergantung pada model lama dan sebaliknya, dibutuhkan figur yang bisa melihat Aceh dalam bingkai masa depan, dengan membangun infrastruktur strategis, memperkuat konektivitas antar wilayah, dan menciptakan sistem perencanaan yang akuntabel serta inklusif,” kata Wan Marinir.
Sebagai pemimpin wilayah yang dekat dengan basis, dia menilai rekam jejak Husnan Harun selama ini konsisten dalam memperjuangkan arah pembangunan berbasis potensi lokal, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan kebijakan.
“Beliau punya kapasitas, integritas, dan pemahaman teknokratis yang tajam. Bukan hanya soal birokrasi, tapi menjawab persoalan dan tantangan pembangunan dengan terobosan nyata,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Aceh mampu melihat urgensi penunjukan “bos” Bappeda, bukan dari aspek politis semata, melainkan dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas.
“Pembangunan Aceh tidak bisa hanya dijalankan lewat proposal. Tetapi, harus ada visi, dan keberanian mengeksekusinya. Sosok seperti Dr. Husnan Harun adalah jawaban dari kebutuhan itu,” tutup Wan Marinir.(Maslow Kluet)
Halaman : 1 2















