Kota Wisata Sabang Pada Siang Hari Bagaikan Kota Mati

Minggu, 11 Juni 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang, AP-Sebaiknya Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, sudah bisa membuang kebiasaan lama yang akan ber-imeg buruk bagi perkembangan pariwisata. Dimana selama ini toko dan pedagang enggan membuka usahanya sehari penuh, sehingga kerap pendatang sulit mendapat makanan dan kebutuhan lainnya.

Menurut cerita dulu ketika Sabang masih diberlakukan sebagai kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Port), dari tahun 1960-an sampai berakhir pada tahun 1986 silam, masyarakat bekerja pada malam hari termasuk para pedagang untuk, mengurus barang-barang dagangannya.

Sedangkan pada siang hari mereka tidur dan sore harinya bekerja kembali, di toko-toko dan gudang-gudang yang ada dipusat Kota Sabang. Nah, setelah Free Port Sabang  ketika itu dikelola KP4BS , dipindahkan pemerintah pusat dari Sabang ke Batam kepulauan Riau kebiasaan tersebut terus berlanjut sampai sekarang.

BACA JUGA...  Juri Freediving Asal Selandia Baru Puji Keindahan Sabang

Dengan ditetapkan Sabang selain sebagai pintu ekonomi sumatera bagian barat, yang kini dikelola Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Sabang juga telah ditetapkan sebagai kawasan tujuan wisata nasional bahkan internasional, sudah tidak selayaknya pedagang menutup usahanya pada siang hari.

Hal tersebut akan berdampak pada imeg tidak baik, bagi turis lokal atau manca negara ke Sabang. Terutama, pada saat libur panjang dimana Sabang selalu menjadi pilihan pengunjung yang berwisata ke palau, yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya itu.

BACA JUGA...  Menikmati Sanger di Tengah Laut, Wisata Senja Ulee Lheue yang Kian Diminati di Banda Aceh

Sejumlah turis dalam negeri mengeluh, mereka yang sudah beberapa kali berlibur ke Sabang, terkendala terhadap makan khususnya makan siang. Pasalnya, pukul 12.00 sampai pukul 17.00 wib, toko disepanjang jalan Perdagangan pusat Kota Sabang tutup semua.

Kalau pun ada yang buka hanya lah beberapa warung nasi, itu pun dikala pengunjung lagi ramai kerap kami pendatang tidak kedapatan nasi. Untuk itu, seandainya pedagang dipusat Kota Sabang, dapat membuang kebiasa lama itu, maka imeg tak baik dipastikan tidak akan muncul.

BACA JUGA...  KASAU dan Ketum Pia Ardhya Garini Ikut Pada Sail Sabang

Kepada instansi terkiat perlu dilakukan evaluasi, terhadap kebiasaan tersebut agar, program wisata internasional yang dicutus akan berjalan. Kalau tidak, salah satu alasan lambannya perkembangan wisata Sabang adalah, kondisi kota yang terkesan tidak ikut mendukung pariwisata.(Jalaluddin Z.Ky))

Berita Terkait

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman
Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh
Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas
Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh
Si Dalupa, Teater Bertopeng Aceh Barat yang Tetap Hidup di Tengah Zaman
Menjaga Gegedem Tetap Bertalu, Merawat Ingatan Budaya Tanah Gayo
Rapai Geurimpheng, Seni Tradisi Aceh yang Menyatukan Bunyi, Gerak dan Syair
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Seni di Balik Kupiah Meukeutop, dari Busana Adat hingga Simbol Aceh

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Pinto Aceh: Sebuah Motif, Sebuah Karya, Sebuah Identitas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Rencong: Ketika Sebilah Senjata Menjadi Karya Seni dan Identitas Aceh

Berita Terbaru

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigadir Jenderal TNI Mahesa Fitriadi.

EKBIS

Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:08 WIB

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB