
“Kita perlu menjaga Esensi kota Kualasimpang, sebab syarat dengan sejarahnya yang panjang, sebagai kota tua peninggalan Belanda,” begitu beber Bupati seperti di lansir mediaaceh.co.id. Senin, 9 Juni 2025 dari Kualasimpang.
Di pojok Jembatan kota Kualasimpang, Armia menatap tajam gedung-gedung bersejarah itu, usai berolah raga. Dibenaknya, asa Armia ingin melestarikan kota Kualasimpang yang penuh dengan sejarah masa lalunya.
Namun itu, perlu anggaran yang besar untuk membenahinya, agar estetika Kualasimpang tersembul, sebagai pintu gerbang memasuki provinsi Aceh.
Armia menelusuri sejumlah ruas jalan di Kota Kualasimpang, untuk melihat secara langsung, apa dan bagaimana pembenahan kota Kualasimpang harus dilakukan.
Sebut Armia; kegiatan dimaksud merupakan bagian dari upaya penyusunan ulang rencana penataan Kota Kualasimpang. Katanya, revitalisasi ini penting, dengan fokus pada penataan lahan parkir, pengelolaan sampah, dan normalisasi parit atau saluran drainase kota.
“Kota Kualasimpang adalah kota tua yang mesti kita jaga dan lestarikan. Saya ingin Kota Kualasimpang menjadi heritage serta tujuan wisata, baik lokal dan nasional” ujar Bupati Armia di sela-sela kegiatan.
Armia mengakui bahwa; pembenahan tersebut akan membutuhkan anggaran yang besar. Namun, pihaknya berkomitmen untuk mencari solusi, termasuk menjajaki bantuan dari Pemerintah Aceh maupun pusat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















