TAPAKTUAN | MA — Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Aceh Selatan dilaporkan, belum mampu mengurai antrian panjang pasien rawat jalan yang jumlahnya mencapai 1.000 orang perhari.
Di tengah ketidakmampuan dan dalam suasana pelayanan yang relatif buruk, manajemen BLUD-RSUD YA Tapaktuan justru menerapkan kebijakan pengurangan porsi obat kepada pasien yang disinyalir mengurangi keampuhan obat.
Kebijakan Plt. Direktur RSUD YA, juga dinilai sebagian kalangan di sana sebagai kegagalan memenej BLUD dalam mewujudkan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Akibat antrian itu, pasien terpaksa memilih areal manapun sebagai tempat menunggu pelayanan kesehatan.
Menurut pantauan, sejak pukul 07.00 WIB, pasien sudah mulai berdatangan, namun sebagian mereka belum tentu secepatnya mendapatkan pelayanan, walaupun telah dibuka jadwal pelayanan pukul 08.00 WIB.
Menurut pengakuan pasien, bisa jadi mereka mendapatkan pelayanan 3-4 jam kemudian karena beberapa sebab antara lain, dokter terlambat masuk ke ruang poliklinik.
“Antriannya tiap hari padat pak, baik melalui pendaftaran manual maupun sistem aplikasi online. Saya dari Trumon agak terlambat sampai, wajar nomor antrian saya di angka 500 lebih,” salah seorang warga Trumon Mulyadi.




