RSUD-YA Belum Mampu Urai 1.000 Antrian Pasien, Kurangi Porsi Obat Hingga 75 Persen

Salah satu bangunan RSUD-YA di Gampong Gunung Kerambil Kecamatan Tapaktuan Aceh Selatan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Dalam kaitan itu, dia menyarankan agar jumlah dokter di poli rawat jalan dapat ditambah dan para medis harus memastikan antrian secara tertib dan teratur.

Selain antrian pasien rawat jalan  yang sangat panjang, pasien yang ditangani di  Ruang IGD juga cukup banyak sehingga terpaksa antri cukup lama.

Salah seorang tenaga medis Syaibatul Hamdi mengakui, pihaknya  melaksanakan tindakan medis selama  24 jam penuh dan  tiap hari melayani pasien 40 orang.

BACA JUGA...  Dinarpus Bener Meriah Pamerkan Kopi Arabika Gayo Pada Ajang PLM Nasional di Surabaya

Plt. Direktur BLUD Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan dr. Erizaldi, setidaknya, mengetahui kondisi itu, namun sejauh ini belum terlihat keseriusannya untuk membenahinya termasuk menguraikan jumlah antrian pasien.

Kecuali,  dia membuat kebijakan atas pengurangan kebutuhan pembiayaan berobat dan obat-obatan pasien dengan total Rp.230.000/pasien menjadi Rp.60-70 Ribu/pasien.

BACA JUGA...  Jasat Wanita Masih Misteri

Selama penerapan pengurangan biaya, demikian dikatakan, per pasien  hanya memerlukan Rp.60-70.000 Ribu/sekali berobat.

“Langkah ini, cukup menghemat  penghematan anggaran BLUD,” kata Erizaldi kepada wartawan, belum lama ini.

Bagaimana dengan kualitas pelayanan, dijawab Erizaldi, tetap sama dan tidak mengurangi mutu.

“Bahkan selama ini terkesan boros  dan obat yang diberikan terlalu boros,” katanya seraya menyebutkan pihaknya tidak menyalahkan kebijakan yang lalu.(Maslow Kluet).