“Kita perlu menjaga Esensi kota Kualasimpang, sebab syarat dengan sejarahnya yang panjang, sebagai kota tua peninggalan Belanda,” begitu beber Bupati seperti di lansir mediaaceh.co.id. Senin, 9 Juni 2025 dari Kualasimpang.
KUALASIMPANG | mediaaceh.co.id – Kota Kualasimpang merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Tamiang yang memiliki sejarah panjang.
Wilayah Tamiang sendiri sudah dikenal sejak zaman Sriwijaya, seperti yang tercatat dalam prasasti Sriwijaya dan catatan Cina karya Wee Pei Shih yang menyebutkan keberadaan negeri Kan Pei Chiang atau Tamiang.

Kabupaten Aceh Tamiang sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur pada Juli 2002 lalu.
Sebagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Kualasimpang terletak di jalur timur Sumatra yang strategis dan hanya berjarak sekitar 130 km dari Kota Medan.
Kota ini relatif lebih aman dan aktivitas ekonominya tetap berjalan lancar. Kualasimpang didirikan pada tahun 1932 oleh pemerintah Hindia Belanda.
Dikenal dengan kota minyak, sebab ladang minyak terbesar pertama ada di wilayah Bumi Muda Sedia [Julukan Aceh Tamiang] ini.
Sudah seyogianya Bupati Aceh Tamiang. Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH ingin melestarikan dan menata Kota Kualasimpang yang memiliki histori heroik.



