REDELONG (MA) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah saat ini tengah dihadapkan pada krisis keuangan yang serius.
Defisit anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar lebih. Hal ini seperti api dalam sekam yang selama ini tersembunyi, namun akhirnya memicu kekhawatiran setelah mencuat luas ke permukaan.
Defisit ini bukanlah isu yang tiba-tiba muncul, tetapi telah menjadi desas-desus yang lama beredar di kalangan pemerintahan daerah.
Namun, baru belakangan ini dampaknya dirasakan secara nyata, dengan sejumlah kegiatan pembangunan dan layanan publik yang harus tertunda akibat kosongnya kas daerah.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah persiapan Kabupaten Bener Meriah untuk menggelar dua agenda besar, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kedua agenda ini membutuhkan persiapan yang matang dan pendanaan yang tidak sedikit, menambah beban bagi Pemkab Bener Meriah di bawah kepemimpinan Mohd Tanwier yang baru dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati pada 14 Juli 2024 oleh Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah.
Situasi ini menjadi ujian berat dalam masa awal kepemimpinan Mohd. Tanwir.
Sementara tugasnya, saat ini tidak hanya sebatas memastikan berjalannya pemerintahan dan layanan publik, akan tetapi harus mencari solusi untuk menutup defisit anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah.




