Kontingen Aceh Selatan Tampilkan Tarian Landok Sampot di PKA Ke-8 

Minggu, 5 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tarian tradisional Tari Landok Sampot yang dimiliki Aceh Selatan, berasal dari Gampong Laweswah, Kecamatan Kluet Timur menjadi warisan budaya non benda tampil terus menerus setiap even budaya PKA Aceh. Kali ini pun, pada PKA ke-8 di Banda Aceh ditampilkan wajib olehKontingen Aceh Selatan.(Photo/Media Aceh/Istimewa).

Tarian tradisional Tari Landok Sampot yang dimiliki Aceh Selatan, berasal dari Gampong Laweswah, Kecamatan Kluet Timur menjadi warisan budaya non benda tampil terus menerus setiap even budaya PKA Aceh. Kali ini pun, pada PKA ke-8 di Banda Aceh ditampilkan wajib olehKontingen Aceh Selatan.(Photo/Media Aceh/Istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Kontingen Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 tahun 2023 menjadikan tarian tradisional Landok Sampot sebagai seni yang wajib ditampilkan dan menjadi andalannya pada even budaya di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, 4-12 Nopember 2023.

Tarian Landok sampot yang sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini,  ditampilkan  dengan keasliannya tanpa modifikasi apapun.

BACA JUGA...  Cut Syazalisma Pimpin Aceh Selatan 

Ketua Harian PKA ke-8 Aceh Selatan Akmal AH melalui Kabid Kebudayan Hendri kepada mediaaceh.co.id mengatakan, sesuai dengan rundown acara, tarian ini akan ditampilkan di Panggung Utama di Anjungan Ratu Safiatuddin antara pukul 21.00-22.00 WIB  malam ini.

“Sebelum tampil, mereka sudah dibina sejak bulan Maret 2023, jadi penampilan Landok Sampot ini akan lebih sempurna dengan gerak asiknya, tanpa modifikasi sedikitpun, sesuai dengan permintaan panitia provinsi,” kata Hendri.

BACA JUGA...  Penanganan Inflasi dan Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Pemkab Aceh Utara Gelar Pasar Murah 

Menurutnya, berbagai etnis bangsa Aceh memiliki beragam kesenian tradisional dan  menyambut tamu dengan tarian seperti Ranup Lampuan, Gayo dengan tari Guel-nya.

Maka di Tanah Kluet (Kluwat-red), masyarakatnya memiliki tari persembahan yang berbeda, yaitu Landok Sampot.

Dari deskripsi tari Landok Sampot yang telah ditulis,  masyarakat Kluet khususnya di Laweswah dan sekitarnya atau kawasan udik di Kluet Timur, Aceh Selatan itu,  tarian ini diciptakan oleh seorang Panglima Negeri Kluet yang bernama Amat Sa’id.

BACA JUGA...  Prediksi Brestois vs Reims, Ligue 1 Prancis 11 Mei 2024

Berita Terkait

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:52 WIB