Kontingen Aceh Selatan Tampilkan Tarian Landok Sampot di PKA Ke-8 

Tarian tradisional Tari Landok Sampot yang dimiliki Aceh Selatan, berasal dari Gampong Laweswah, Kecamatan Kluet Timur menjadi warisan budaya non benda tampil terus menerus setiap even budaya PKA Aceh. Kali ini pun, pada PKA ke-8 di Banda Aceh ditampilkan wajib olehKontingen Aceh Selatan.(Photo/Media Aceh/Istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Kontingen Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 tahun 2023 menjadikan tarian tradisional Landok Sampot sebagai seni yang wajib ditampilkan dan menjadi andalannya pada even budaya di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, 4-12 Nopember 2023.

Tarian Landok sampot yang sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ini,  ditampilkan  dengan keasliannya tanpa modifikasi apapun.

BACA JUGA...  Donor Darah Warnai Hari Pahlawan Nasional di Pidie

Ketua Harian PKA ke-8 Aceh Selatan Akmal AH melalui Kabid Kebudayan Hendri kepada mediaaceh.co.id mengatakan, sesuai dengan rundown acara, tarian ini akan ditampilkan di Panggung Utama di Anjungan Ratu Safiatuddin antara pukul 21.00-22.00 WIB  malam ini.

“Sebelum tampil, mereka sudah dibina sejak bulan Maret 2023, jadi penampilan Landok Sampot ini akan lebih sempurna dengan gerak asiknya, tanpa modifikasi sedikitpun, sesuai dengan permintaan panitia provinsi,” kata Hendri.

BACA JUGA...  Rafly Kande Sampaikan Pesan Moral di Malam Penutupan HUT ke-26 Kabupaten Bireuen

Menurutnya, berbagai etnis bangsa Aceh memiliki beragam kesenian tradisional dan  menyambut tamu dengan tarian seperti Ranup Lampuan, Gayo dengan tari Guel-nya.

Maka di Tanah Kluet (Kluwat-red), masyarakatnya memiliki tari persembahan yang berbeda, yaitu Landok Sampot.

Dari deskripsi tari Landok Sampot yang telah ditulis,  masyarakat Kluet khususnya di Laweswah dan sekitarnya atau kawasan udik di Kluet Timur, Aceh Selatan itu,  tarian ini diciptakan oleh seorang Panglima Negeri Kluet yang bernama Amat Sa’id.