Untuk itu LembAHtari sangat mendukung langkah yang di ambil oleh Komisi I DPRK Aceh Tamiang mendesak pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang untuk segera memplotkan dana APBK peruntukkan rehabilitasi ruang kelas SMPN 8 Karang Baru yang kondisinya sudah kupak-kapik dan nyaris rubuh
“Minimal di Perubahan APBK Tahun 2022 diplotkan, jangan menunggu ada siswa yang tertimpa plafon baru diperbaiki. Kesampingkan kepentingan yang lain, utamakan rehab plafon SMPN 8 Karang Baru,” tegas Sayed Zainal.
Menurutnya kondisi tersebut selayaknya tidak di alami oleh sekolah, mengingat Dana DAK naik dua kali lipat Rp18 miliar rupiah tahun ini, serta 20 persen dari APBK Aceh Tamiang yang berkisar 1,2 Triliun.
“Dengan besaran dana tersebut, kenapa masih ada sekolah kondisinya memprihatinkan. Lalu dimana letak anggaran untuk pendidikan,” tanya Sayed
Padahal untuk perbaikan/rehabilitasi plafon hanya 200 juta tidak dapat terealisasi. Seperti diberitakan sebelumnya laporan yang disampaikan oleh Wali Murid terkait resahnya anak didik dalam proses belajar mengajar berlangsung diluar kelas
“Apa yang kita terima laporannya itu betul, kita melihat sendiri aktifitas belajar mengajar disekolah itu,” sebut Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan, SP., MM kepada mediaaceh.co.id. Sabtu, 10 September 2022 di Karang Baru.




