Klaim BPJS Belum Dibayar, Nakes RSUD-YA Mulai Tertekan Secara Ekonomi

Kamis, 7 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Layanan BLUD-YA  Tapaktuan tampak dari depan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Pusat Layanan BLUD-YA Tapaktuan tampak dari depan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA — Sekitar 700 tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dilaporkan mulai resah akibat jasa medis mereka yang belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tertahannya klaim BPJS Kesehatan milik rumah sakit yang nilainya disebut mencapai Rp8 miliar hingga Rp15 miliar.

BACA JUGA...  Tingkat Kemiskinan di Pidie Jaya Menurun pada 2024, Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Positif

Keresahan para tenaga medis mulai mencuat setelah insentif jasa pelayanan periode Januari hingga Maret 2026 belum juga dicairkan. Jasa medis tersebut meliputi hak dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.

Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), T. Sukandi, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari tenaga kesehatan yang terdampak langsung akibat keterlambatan pembayaran tersebut.

BACA JUGA...  Aceh Diharapkan Mampu Bersaing Dalam Bisnis Industri 4.0

“Mereka menduga keterlambatan proses administrasi, khususnya pengurusan Surat Izin Operasional (SIO) selama kurang lebih 45 hari, menjadi penyebab tertahannya klaim BPJS. Akibatnya, jasa medis para nakes belum dapat dibayarkan hingga beberapa bulan,” ujar T. Sukandi, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu mulai menimbulkan tekanan ekonomi bagi para tenaga kesehatan. Bahkan, sebagian di antaranya disebut terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA...  Gampong Mon Mata Dikukuhkan Sebagai Kampung Siaga Bencana ke 26 di Aceh

Berita Terkait

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit
Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP
Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA
Ayah Wa Tunjuk Barona Raja sebagai Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara
Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:32 WIB

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 September 2026 - 17:19 WIB

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 September 2026 - 16:57 WIB

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 September 2026 - 14:57 WIB

Wagub Aceh Dek Fadh dan Ketua DPRA Bahas Perubahan UUPA

Senin, 14 September 2026 - 11:36 WIB

Ayah Wa Tunjuk Barona Raja sebagai Ketua Penanganan ODGJ Aceh Utara

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 Sep 2026 - 17:32 WIB

Rapat pembahasan APBK di DPRK Aceh Tengah.

PEMERINTAHAN

Belanja Naik, APBK Aceh Tengah Defisit

Senin, 14 Sep 2026 - 17:19 WIB

Lepas sambut Kapolres Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Senin, 14 Sep 2026 - 17:05 WIB

Ketua Kopsen Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husein sedang sosialisasi cara Penguatan Jaringan Usaha bagi Koperasi Desa Merah Putih.

EKBIS

Rizwan Husein: Kopi Jadi Kekuatan KDMP

Senin, 14 Sep 2026 - 16:57 WIB