Klaim BPJS Belum Dibayar, Nakes RSUD-YA Mulai Tertekan Secara Ekonomi

Pusat Layanan BLUD-YA Tapaktuan tampak dari depan.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA — Sekitar 700 tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dilaporkan mulai resah akibat jasa medis mereka yang belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tertahannya klaim BPJS Kesehatan milik rumah sakit yang nilainya disebut mencapai Rp8 miliar hingga Rp15 miliar.

BACA JUGA...  Sosialisasi Pelaksanaan DAK BKKBN Aceh Tahun 2017 Berakhir

Keresahan para tenaga medis mulai mencuat setelah insentif jasa pelayanan periode Januari hingga Maret 2026 belum juga dicairkan. Jasa medis tersebut meliputi hak dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.

Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), T. Sukandi, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dari tenaga kesehatan yang terdampak langsung akibat keterlambatan pembayaran tersebut.

BACA JUGA...  Sebanyak 30 Nakes Ikuti Pelatihan PKP Pertama dan DFI

“Mereka menduga keterlambatan proses administrasi, khususnya pengurusan Surat Izin Operasional (SIO) selama kurang lebih 45 hari, menjadi penyebab tertahannya klaim BPJS. Akibatnya, jasa medis para nakes belum dapat dibayarkan hingga beberapa bulan,” ujar T. Sukandi, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kondisi itu mulai menimbulkan tekanan ekonomi bagi para tenaga kesehatan. Bahkan, sebagian di antaranya disebut terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.