“Walaupun demikian, kami tetap bekerja melayani pasien. Namun hak jasa medis kami belum dibayarkan,” ungkap salah seorang tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya.
Tidak hanya berdampak terhadap kesejahteraan tenaga medis, persoalan tersebut juga dikhawatirkan memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan di RSUD-YA. Sejumlah dokter spesialis disebut mulai menyesuaikan jadwal pelayanan, sementara sebagian tenaga medis mulai mengisyaratkan kemungkinan aksi protes apabila tidak ada kepastian penyelesaian dalam waktu dekat.
“Kami berharap ada solusi segera. Ini bukan hanya menyangkut hak tenaga kesehatan, tetapi juga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua For-PAS Aceh Selatan, T. Sukandi, menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terkait keterlambatan administrasi yang berdampak luas terhadap operasional rumah sakit.
“Jika benar terjadi keterlambatan pengurusan SIO hingga berimbas pada tertundanya hak tenaga medis, maka persoalan ini perlu diaudit. Jangan sampai masalah administratif merugikan banyak pihak, terutama tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan,” tegas pria yang akrab disapa Mak Ajo Sukandi itu.




