“Melalui sosialisasi ini, kami ingin kaum perempuan sadar bahwa setiap suara mereka sangat berharga. Partisipasi mereka bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga kontribusi besar bagi masa depan kepemimpinan daerah,” tegas Rajian Saleh.
Acara ini diharapkan dapat mendorong kesadaran pemilih perempuan untuk tidak menyia-nyiakan hak pilihnya. Dengan meningkatnya partisipasi perempuan, KIP Simeulue optimistis pelaksanaan Pilkada 2024 akan berjalan lebih demokratis dan inklusif.
Pilkada merupakan momentum penting bagi masyarakat Aceh, termasuk perempuan, untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa perubahan dan kemajuan selama lima tahun ke depan. (RD)





