Gojo menekankan, saat ini Aceh membutuhkan Kepala Bappeda yang mampu mendorong reformasi tata kelola pembangunan yang lebih transparan, terukur, dan melibatkan partisipasi publik sejak tahap perencanaan hingga penganggaran.
Ia menilai, rekam jejak akademik dan teknokratis Husnan Harun menjadikannya sebagai tokoh kunci yang bisa mengonsolidasikan itu semua.
“Perencanaan pembangunan tak boleh lagi elitis. Harus bisa menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Dan saya percaya, Husnan Harun punya kepekaan sosial sekaligus kapasitas teknokratik untuk menjalankannya,” tegasnya.
Gojo juga menggarisbawahi pentingnya mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal demi menciptakan kebijakan publik yang adaptif dan progresif.
Ia menilai, Bappeda harus menjadi ruang strategis bagi kolaborasi lintas sektor, bukan sekadar ruang administrasi tahunan.
“Ini bukan soal siapa yang dekat dengan kekuasaan, tapi siapa yang mampu merancang masa depan Aceh secara menyeluruh. Kami di Gayo Alas melihat itu ada dalam sosok Dr. Husnan Harun,” pungkasnya.(R)
Halaman : 1 2















