EVAKUASI bukan sekadar memindahkan ranjang. ICU, NICU, dan PICU adalah ruang-ruang paling rentan. Pasien-pasien di sana bergantung pada mesin, oksigen, dan listrik; semuanya terancam.
Dengan personel terbatas, Andika tidak hanya memberi instruksi. Ia mengangkat tabung oksigen dengan tangannya sendiri. Ia mendorong ranjang pasien. Ia memastikan satu per satu pasien tiba di lantai dua gedung Lindung Bulan.
Dalam situasi itu, jabatan menjadi tidak relevan. Yang ada hanyalah manusia yang saling menopang agar tidak tumbang.
KELUARGA YANG MENUNGGU GILIRAN
SETELAH seluruh pasien aman, barulah Andika memikirkan keluarganya. Mereka dievakuasi ke lantai dua gedung manajemen dari rumah dinas yang ikut terendam.
Urutan itu tidak pernah ia sesali. “Pasien lebih dulu,” katanya pelan.
Kalimat sederhana yang menyimpan beban etis seorang dokter; beban yang tidak pernah tertulis dalam kontrak kerja mana pun.
MEMASAK DI TENGAH KEPUNGAN LUMPUR
JUMAT, 28 November 2025, air belum surut. RSUD masih terkepung lumpur dan kayu gelondongan. Akses keluar masuk hampir mustahil. Persediaan makanan menipis.
Andika memastikan dapur darurat di gedung manajemen berfungsi. Bahan makanan dimasak seadanya. Ia sendiri mengantarkan makanan ke lantai dua Lindung Bulan. Pasien harus makan. Tenaga kesehatan harus bertahan.




