Menurut Oka, kegiatan yang dilaksanakan di lokasi terdampak bencana itu beragam, seperti senam bersama, story telling tentang banjir, membaca buku hingga menggambar dan bermain kolase.
“Bentuk kegiatan yang dilaksanakan beranekaragam dan kami relawan dibagi-bagi menurut kelompoknya masing-masing,” katanya.
Dia berharap, 0 kegiatan-kegiatan yang berfokus pada terapi anak-anak korban terdampak bencana ini dapat terus menerus dilakukan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk dilaksanakan juga pada daerah terdampak lain mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa.
“Kami harap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus-menerus dilaksanakan dan mendapatkan dukungan untuk juga dapat dilaksanakan pada titik-titik lain yang sama-sama terdampak bencana,” ujar Oks Yulia.(Maslow Kluet).




