KAYU HANYUT DAN NEGARA YANG TERLAMBAT

Senin, 12 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jika estimasi ini mendekati kenyataan, maka nilai ekonominya tidak kecil. Satu meter kubik kayu hutan alam bernilai jutaan rupiah. Tanpa pendataan resmi, kayu-kayu ini berpotensi “menghilang” satu per satu, berpindah tangan di bawah meja, dan akhirnya masuk ke rantai pasok industri kayu.

“Bencana sering dijadikan selimut untuk kejahatan,” kata Sayed.

MAFIA KAYU DAN RUANG ABU-ABU

BACA JUGA...  Menata Aceh Barat; Jalan Reformasi di Tangan Pemimpin Muda

KETIADAAN tim resmi membuat situasi di lapangan menjadi abu-abu.

Tidak jelas siapa yang berwenang mengamankan kayu, siapa yang boleh memindahkan, dan untuk tujuan apa. Dalam kondisi seperti ini, mafia kayu biasanya bekerja paling senyap.

Aceh Tamiang bukan wilayah asing bagi praktik ilegal kehutanan. Sejumlah kilang kayu di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa selama bertahun-tahun bergantung pada pasokan bahan baku yang kerap dipertanyakan asal-usulnya.

BACA JUGA...  Aceh Tamiang Siap jadi Model Pemulihan Pasca konflik Berbasis Aksi Iklim

Karena itu, LembAHtari dan Komunitas Jurnalis Lingkungan Aceh Tamiang (KJL-AT) mendesak Gubernur Aceh membentuk Tim Identifikasi dan Pendataan Kayu Hanyut yang melibatkan Polda Aceh, DLHK, BPBD, Balai Gakkum, BPH, serta unsur masyarakat sipil.

Pendataan, bagi mereka, bukan prosedur administratif. Ia adalah langkah pembuktian.

BUKAN BANJIR BIASA

SAYED menegaskan, banjir bandang Aceh Tamiang adalah bencana ekologis, bukan bencana alam murni. Ia merupakan akumulasi kebijakan selama bertahun-tahun; izin kehutanan yang longgar, pengawasan yang lemah, alih fungsi kawasan yang dipermudah, serta praktik korupsi yang dibiarkan tumbuh.

Berita Terkait

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK
Merawat Damai Dari Pidie Jaya
Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi
MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak
Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah
Tiga Hari Yang Menguji Diri
Hardikda Ke-67, Armia Dorong Penguatan Mutu Pendidikan
Dari Bantuan Darurat ke Ekonomi Mandiri

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:36 WIB

Rp101 Miliar Bertambah, APBK Aceh Tamiang Masuk Meja DPRK

Rabu, 16 September 2026 - 21:30 WIB

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Sabtu, 12 September 2026 - 19:56 WIB

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Rabu, 9 September 2026 - 18:16 WIB

MedcoEnergi, Produksi Naik, Proyek Terus Bergerak

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Somasi Bang Agam, Minta DPRK Buka Persoalan Kepala Sekolah

Berita Terbaru

POLITIK

Mohd Amin Kembali Pimpin Golkar Bener Meriah

Senin, 12 Okt 2026 - 18:18 WIB

Kadis PUPR Aceh Selatan Skar Fharaby.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PUPR Gunakan Dana TKD Rp.6 Milyar untuk Bayar Utang

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:32 WIB