Kasus Dugaan Korupsi PT PSM Sabang Mantan Wakil Ketua DPRK dan Seorang Kadis Serta Direktur Perseroan Jadi Tersangka

Filman Ramadhan, SH, MH Kasitel Kejari Sabang

SABANG (MA) – Kejaksaan Negeri Kejari (Sabang) selama ini terus bekerja untuk mengungkapkan kasus dugaan korupsi di Kota Sabang, salah satunya adalah kasus dugaan korupsi yang kini sedang dalam berproses terkait korupsi PT Perusahaan Sabang Mandiri (PT PSM). Hasil kerja keras pihak Kejari Sabang kini mulai membuahkan hasil dimana tiga orang yang diduga kuat telah memakan uang rakyat ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka antara lain TRA alias Awi mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Sekretariat Pemerintah Kota (Pemko) Sabang. TRA alias Awi ditetapkan sebagai tersangka dengan surat Penetapan Tersangka Nomor : Print 01/L.1.16/Fd.1/06/2024 tanggal 07 Juni 2024.

Kemudian AB mantan Wakil Ketua DPRK Sabang selaku Direktur Utama Perseroan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT PSM Kota Sabang Periode tahun 2022. Tersangka kedua pemilik Sabang Excellent Cake and Bakery ini diduga kuat pelaku yang paling utama terlibat dalam kasus dimaksud. AB ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Penetapan Tersangka Nomor : Print – 02/L.1.16/Fd.1/06/2024 tanggal 07 Juni 2024.

BACA JUGA...  Diduga Terlibat Skandal Pajak Bireuen, Cabup PA Dipanggil Jaksa

Selanjutnya ada pemain lain lagi yang diduga ikut didalam korupsi uang milik rakyat dalam usaha BUMD yakni SM, diduga kuat saudara SM yang menjabat selaku Direktur Perseroan BUMD periode tahun 2022 turut serta mengutak-atik uang rakyat Sabang itu untuk memperkaya diri. Penetapan SM sebagai tersangka sesuai surat Penetapan Tersangka Nomor : Print – 03/L.1.16/Fd.1/2024 tanggal 07 Juni 2024.

Dalam rilis yang diterima media ini Jum’at (07/06/2024) dari Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sabang Filman Ramadhan, SH.,
MH., menyampaikan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi kegiatan pembiayaan penyertaan
modal Pemko Sabang kepada PT. Pembangunan Sabang Mandiri tahun 2022, dengan modal yang
disetorkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Sabang sebesar Rp.2.500.000.000,-

Berdasarkan hasil penyidikan, setelah dilakukan ekspose internal, bahwa telah ditemukan 2 alat bukti permulaan yang cukup, maka Tim Jaksa Penyidik Kejari Sabang berkesimpulan dan
menetapkan para tersangka yang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dalam kasus dugaan
korupsi kegiatan pembiayaan penyertaan modal Pemko Sabang kepada PT. Pembangunan Sabang Mandiri
tahun 2022.

BACA JUGA...  Capek Deh Rohingya Mendarat Lagi, Ini Kata Kata Kabag Prokopim Pemko Sabang

Terhadap Ketiga Tersangka disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf A,B ayat (2) Dan (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Kajari Sabang Milono Raharjo, SH, MH menyampaikan bahwa terhadap perkara ini tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka yang lainya lagi. Maka pada kesempatan ini juga Kajari menyampaikan Kejari Sabang tetap berkomitmen mendukung kinerja Pemko Sabang seperti yang telah dilakukan sebelumnya yaitu dalam peningkatan PAD dan penyelamatan aset-aset milik Pemko Sabang., kata Kajari.

Selain itu, melalui Pers release ini, Kajari Sabang juga berharap, agar kiranya Pemko Sabang dalam melakukan penyusunan anggaran sebaiknya menganggarkan kepada hal-hal yang benar- benar menjadi prioritas, supaya tidak terjadi lagi penyalahgunaan keuangan negara yang tidak sesuai prosedur yang berlaku., harap Kajari Sabang Milono Raharjo, SH, MH.

Seperti diketahui masyarakat Sabang terus mantau penyidikan kasus dugaan korupsi PT PSM, yang diduga dilakukan secara terencana oleh para oknum pimpinan perusahaan milik rakyat Sabang itu. Maka, masyarakat Sabang mengapresiasi kerja keras Kejari Sabang dalam mengungkapkan kasus ini.

BACA JUGA...  Kapolda Aceh Irup Hari Bhayangkara ke 73

“Terima kasih Kejari Sabang yang tidak pernah berhenti untuk terus mengungkapkan kasus dugaan korupsi PT PSM, semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi pengguna anggaran negara jangan asal teleb saja. Kepada terang jika terbukti kiranya dapat di hukum sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah seorang warga Sabang yang namanya enggan dipublis. (Jalaluddin Zky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *