Kadisbudpar Aceh: Yuk Berwisata Sejarah ke Makam Teuku Umar

Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal berziarah ke makam Teuku Umar.

MEULABOH (MA) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Barat untuk merawat makam pahlawan nasional, Teuku Umar Johan Pahlawan.

Pernyataan itu disampaikan Almuniza usai mengikuti upacara ziarah memperingati syahidnya Teuku Umar di Desa Mugo, Kabupaten Panton Reu, Aceh Barat, Sabtu, 11 Februari 2023. Acara ini diselenggarakan oleh Pemkab Aceh Barat.

“Pemerintah provinsi tahun 2021 sudah menggelontorkan dana sekitar Rp 3 miliar untuk membangun (merevitalisasi) akses ke sini (objek wisata sejarah makam Teuku Umar. Saya harap para budayawan, pegiat wisata dan sejarah, serta masyarakat di Aceh Barat terus menjaga kelestariannya,” ujar Almuniza.

BACA JUGA...  Rakerda Dekranasda Aceh Resmi Ditutup

Berdasarkan catatan Disbudpar Aceh tahun 2022, di Aceh Barat ada 26 cagar budaya dan total objek wisata sebanyak 35 spot.

Oleh karena itu, Almuniza menilai kota kelahiran Teuku Umar ini memiliki banyak potensi untuk menarik minat kunjungan wisatawan. Apalagi, pada tahun 2021 Pemerintah Aceh telah menggelontorkan dana sekitar Rp 3,5 miliar untuk merevitalisasi objek wisata religi dan bersejarah itu.

“Banyak potensi yang bisa digarap di sini. Teman-teman bisa membuat atraksi (budaya dan pariwisata), salah satunya kegiatan seperti ini, haul, bisa dimaksimalkan agar wisatawan datang ke sini. Ayo berwisata di salah satu cagar budaya unggulan di Aceh Barat ini,” pungkasnya.

BACA JUGA...  Kemendikbudristek RI Resmikan Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara 2022 di Museum Aceh

_Sejarah Singkat Teuku Umar_

Teuku Umar adalah salah satu pahlawan nasional dan terkenal dengan strategi gerilyanya melawan penjajahan Belanda. Status Teuku Umar sebagai seorang pahlawan nasional dikukuhkan dalam SK Presiden No. 087/TK/1973 tanggal 6 November 1973.

Ketika perang Aceh meletus pada tahun 1873, kala itu Teuku Umar yang masih berumur 19 tahun sudah berjuang di medan perang bersama pejuang-pejuang lainnya. Pada tahun 1983, Teuku Umar memutuskan melakukan taktik berpura-pura bekerja sama dengan Belanda dan memperoleh kepercayaan Belanda.

BACA JUGA...  Festival Dikee 2022 Sukses, Kadisbudpar Aceh Ajak Milenial Menggelorakan Budaya Zikir

Semua itu dilakukannya demi menghimpun senjata dan informasi mengenai Belanda. Setelah itu, Teuku Umar kembali ke sisi rakyat Aceh dan memimpin perang Aceh.

Belanda yang merasa dikhianati oleh Teuku Umar langsung menargetkannya sebagai buronan utama. Tentara Belanda menangkap Teuku Umar. Mereka melakukan serangan mendadak ke daerah Meulaboh membuat pasukan Teuku Umar terkepung. Pada 11 Februari 1899 di medan pertempuran itu, Teuku Umar gugur tertembak. (R).