Jembatan Dihantam Banjir, Keuchik: Pemerintah Tutup Mata

Adahari, Keuchik Gampong Alue Gandai, Kecamatan Peudada Bireuen sedang lokasi tempat Jembatan putus, dari dampak banjir Bandang tahun 2017.

Bireuen, MEDIAACEH.co.id Banjir bandang yang melanda Gampong Alue Gandai, Kecamatan Peudada, Bireuen, pada tahun 2017 silam, merusakkan beberapa fasilitas umum diantaranya jembatan, sampai sekarang pemerintah tutup mata dan belum ada perhatian pemerintah, khususnya pemerintah daerah Bireuen.

“Sampai saat ini sudah memasuki pertengahan anggaran 2022, belum ada tanda-tanda itikad baik dari pemerintah Bireuen untuk membangunnya kembali fasilitas umum yang telah rusak tersebut secara serius, melalui instansi terkait yang membidangi Infrastruktur publik dan sarana prasarana umum,” kata Keuchik Gampong Alue Gandai Adahari pada media ini, Sabtu, (2/7/2022).

BACA JUGA...  Belum Percaya Janji Pemerintah, Korban Banjir Bertahan di Halaman Kantor Bupati Bireuen

Adahari menjelaskan, jembatan yang putus tersebut diterjang banjir bandang, hingga saat ini belum dibangun baru. Padahal, hampir setiap tahun, telah diusulkan di Musrembang tingkat Gampong/Desa, ” hingga saat ini banyak masyarakat mempertanyakan kembali di tingkat Musrembang Kecamatan Peudada,” ujarnya.

Tapi hasilnya masih nihil dan tidak dimasukan dalam program pembangunan skala prioritas dalam APBK Bireuen tahun anggaran 2022, ungkapnya.

BACA JUGA...  Kadus Dipecat Tanpa SK Pengangkatan, Keuchik Gampong Peulanggahan Diduga Langgar Prosedur

“Saya sebenarnya tidak sanggup lagi memberikan jawaban kepada warga,” tuturnya dengan nada agak kecewa.

Dirinya mengharapkan kepada pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten agar jembatan Gampang Alue Gandai diprioritaskan dalam skala khusus, karena jembatan tersebut akses masyarakat berlalu-lalang setiap hari.

“Pihak kami terus memperjuangkan aspirasi pembangunan jembatan tersebut untuk masyarakat, agar bisa segera masuk dalam skala prioritas pembangunan Tahun 2023,” tuturnya.

Dia menyebutkan, Jembatan yang berlokasi di Dusun Kubang Tujoh, Gampong Alue Gandai, Kecamatan Peudada, merupakan salah satu infrastruktur utama warga dalam mencari rezeki ke kebun dan mengantar anaknya ke sekolah. “Jembatan tersebut selama ini dilalui oleh masyarakat dari Gampong Alue Gandai, Alui Sijuek, Jaba, dan Tanjong Selamat,” sebut Adahari.

BACA JUGA...  SAPA Soroti Anggaran Pengadaan Buku di Disdikbud Bireuen 

Saat ini, warga harus memutar jauh melalui jalur alternatif lainnya dari desa yang jarak puluhan kilometer, bila hendak pulang-pergi ke kebun mereka dan kegiatan sosial lainnya,” pungkasnya.(Iqbal).