Istilah Tsunami Perlu Diusung Menjadi Smong

Muhammad Ikbal Ketua Yayasan Khadam Indonesia. (Foto: Humas PEMA).

BANDA ACEH (MA) — Momentum 20 tahun Smong (Tsunami) Aceh,  menjadi semangat untuk menggantikan istilah “Tsunami” dengan kata “Smong” sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus mengenang tragedi yang membawa pelajaran berharga.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Ikbal, Ketua Yayasan Khadam Indonesia pada Festival Smong (21/12/24) di Museum Tsunami.

BACA JUGA...  Keturunan Ke 6 Habib Bugak di Bireueun Perlihatkan Surat Wakaf

“Smong, yang dalam bahasa lokal Simeulue berarti Tsunami, bukan hanya sebuah kata, tetapi simbol dari kebijaksanaan leluhur. Kisah Smong menjadi salah satu wujud kearifan lokal yang berhasil menyelamatkan ribuan jiwa dari bencana Tsunami pada tahun 2004 silam. Dengan mengingat dan mempraktikkan petuah nenek moyang mereka, masyarakat Simeulue mampu bertahan dari amukan bencana alam”. tambah Ikbal

BACA JUGA...  KMP Teluk Sinabang Kembali Layani Penyeberangan

Momentum 20 Tahun menjadi penting untuk mendorong penggantian istilah “Tsunami” menjadi “Smong” di berbagai konteks, baik lokal maupun global. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Simeulue yang tidak hanya mengandung makna budaya, tetapi juga memiliki kekuatan mitigasi bencana.

Kegiatan ini memadukan unsur edukasi dan seni yaitu, pemutaran dan diskusi film, kompetisi drama, cipta puisi dan melukis “nuga-nuga”, melibatkan pelajar Se- Aceh, dan mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus.