IndexPolitica: YBR Bukan Mati Bunuh Diri, Tapi Mengalami Kematian Prematur Akibat Social Murder

Jumat, 6 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | MA — Kematian YBR (10), siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai tidak tepat dipahami semata sebagai bunuh diri individual. Peristiwa ini disebut sebagai kematian prematur akibat social murder, sebuah kondisi ketika tekanan sosial, kebijakan yang timpang, dan lemahnya perlindungan negara berakumulasi hingga merenggut nyawa anak.

BACA JUGA...  Marak Penipuan Mengatasnamakan Haili Yoga dan Muchsin Hasan

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, dalam analisis terbarunya berdasarkan laporan kunjungan lapangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ngada serta pemberitaan media nasional.

Menurut Alip, istilah kematian prematur digunakan untuk menegaskan bahwa seorang anak usia 10 tahun seharusnya berada dalam fase kehidupan yang sepenuhnya dilindungi oleh keluarga, sekolah, dan negara. “Ketika sistem perlindungan tidak bekerja secara utuh, maka kematian yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari konteks struktural yang mengitarinya,” ujarnya.

BACA JUGA...  IndexPolitica: Presiden Perlu Kembali ke Aceh, Temui Pengungsi di Tenda, dan Minta Maaf

Ia menegaskan, penggunaan istilah bunuh diri dalam banyak kasus perlu dihindari karena cenderung menyederhanakan persoalan, seolah-olah penyebabnya tunggal dan sepenuhnya merupakan kehendak pribadi korban. “Cara pandang seperti itu berisiko menutup dimensi tanggung jawab kolektif, baik keluarga, sekolah, maupun negara, dalam memastikan sistem perlindungan sosial benar-benar bekerja bagi mereka yang paling rentan,” kata Alip.

BACA JUGA...  Saat Pencambukan, Illiza Diminta Jangan Banyak Bicara Lagi

Berita Terkait

Ayah Wa Imbau Warga Waspada Bencana
Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 September 2026 - 07:37 WIB

Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Berita Terbaru

Oplus_131072

RAGAM BERITA

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:58 WIB

NANGGROE

Jelang 4 Desember, NGO HAM Imbau Jaga Ketertiban

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:53 WIB

RAGAM BERITA

WALHI: Selamatkan Bumi

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:44 WIB

Penyambutan Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa) pada acara HUT Kabupaten Pidie Ke-515 tahun.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:13 WIB

Skuat Aceh Timur Di Gala Siswa Nasional (GSI) Tingkat Provinsi Aceh.

OLAHRAGA

Aceh Timur Tumbangkan Lhokseumawe di GSI Aceh 

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:49 WIB