REDELONG (MA) – Puluhan warga gayo mengggelar aksi demo di Kantor Bupati Bener. Demo tersebut dilakukan oleh warga karena adanya pembongkaran makam leluhur di kawasan pembangunan bendungan Krueng Keureuto, Aceh Utara. Aksi demo tersebut berlangsung Jum’at, (18/8) lalu.
Massa mengaku, makam itu merupakan milik leluhur atau pejuang Gayo yakni Pang Kilet. Pembongkaran itu dilakukan oleh PT. Brantas Abipraya selaku Rekanan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
“PT. Brantas Abipraya silahkan angkat kaki dari Gayo dan tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Daerah” teriak pendemo dalam aksi itu.
Pembongkaran makam dilakukan semena-mena tanpa ada prosedur, kata salah satu pendemo.
Polemik pemindahan Makam Kuno di Bendungan Keureuto bahkan pembongkaran makam tersebut tidak dilakukan koordinasi dengan pihak ahli waris, ataupun Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Sedangkan massa menuntut dan meminta PT. Brantas Abipraya agar segera menghentikan kegiatan pembongkaran makam.
Massa juga mendesak pemerintah daerah harus menandatangani surat pemberhentian pembongkaran makam leluhur Gayo itu.
Kemudian, pemerintah diminta untuk memeriksa AMDAL waduk Krueng Keureuto, melarang makam dipindahkan dan PT. Brantas Abipraya harus bertanggung jawab terhadap makam tersebut.
Selanjutnya, massa juga mendesak Kapolres, Kapolda dan Kapolri harus mengusut soal pemindahan makam serta meminta DPRK Bener Meriah bertanggung jawab atas penyelesaian makam leluhur urang Gayo.
Saat ditanya para pendemo kepada pihak PT. Brantas Abipraya, apakah ada koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bener Meriah?. Pihak PT. Berantas Abipraya dengan gampang menjawab.
“Tidak ada,” jawab Sudirman selaku staf PT tersebut.
Sementara itu, Pj Bupati Drs. Haili Yoga, M.Si menegaskan, selaku warga Gayo, dia turut bertanggungjawab untuk menjaga makam tersebut. “Kita selaku urang gayo sama-sama Peduli terhadap pembongkaran makam Leluhur di Krueng Krueto, Pemerintah daerah bersama Forkopimda tidak tinggal diam, pemerintah daerah sudah menyurati PT. Brantas Abipraya agar aktivitas pembongkaran makam di wilayah Krueng Krueto dihentikan,” tegasnya.
Berdasarkan amatan wartawan di lapangan, aksi demo saat ini berlangsung di aula Setdakab setempat dan turut dihadiri oleh Pj Bupati Drs. Haili Yoga, M.Si, Kapolres AKBP Nanang Indra Bakti, Dandim 0119 Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, pihak PT. Brantas Abipraya. MPU dan ketua DPRK. (AR).















