Acara ini dirancang bukan sekadar simbolis, melainkan awal dari rangkaian kaderisasi berkelanjutan.
Akan ada pelatihan lanjutan, penguatan literasi politik, serta program internship untuk kader muda ke kantor-kantor partai dan lembaga publik.
Hasballah berharap, dari forum seperti inilah akan lahir the next generation pejuang politik Aceh yang tak kehilangan arah.
“Kalian bukan hanya pewaris sejarah. Kalian adalah pembuat sejarah baru,” tutupnya disambut tepuk tangan peserta.
Di tengah maraknya apatisme politik generasi muda, Muda Seudang memilih untuk bangkit. Karena bagi mereka, menjadi muda bukan alasan untuk diam.
Justru saatnya bersuara dan mengakar—untuk Aceh yang lebih sadar, kuat, dan bermartabat. [Umar Hakim].




