“Kita tidak boleh buta arah. Muda-mudi Aceh hari ini harus melek politik, bukan apatis. Jangan sekali-kali melupakan sejarah Aceh, dari Cut Nyak Dhien sampai MoU Helsinki. Politik bukan cuma soal kekuasaan, tapi keberlanjutan harga diri bangsa Aceh,” tegas Hasballah dengan nada lantang. Seperti dilansir mediaaceh.co.id. Selasa, 24 Juni 2025 di Banda Aceh.
JANTHO | mediaaceh.co.id — Aula Hotel Hijrah Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, berubah menjadi ruang dialektika politik yang hangat. Sabtu pekan lalu.
Kaum muda, sebagian besar mahasiswa dan pemuda gampong, berkumpul dalam sebuah agenda penting: Pendidikan Politik dan Kaderisasi DPW Muda Seudang, sayap pemuda Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Aceh Besar, Hasballah S.Ag, yang dalam pidatonya menekankan pentingnya membumikan kesadaran politik di kalangan generasi muda.
Bukan sekadar soal pemilu, kata Hasballah, tapi tentang menghidupkan kembali ideologi ke-Acehan yang lahir dari sejarah panjang perjuangan bangsa Aceh.
“Kita tidak boleh buta arah. Muda-mudi Aceh hari ini harus melek politik, bukan apatis. Jangan sekali-kali melupakan sejarah Aceh, dari Cut Nyak Dhien sampai MoU Helsinki. Politik bukan cuma soal kekuasaan, tapi keberlanjutan harga diri bangsa Aceh,” tegas Hasballah dengan nada lantang. Seperti dilansir mediaaceh.co.id. Selasa, 24 Juni 2025 di Banda Aceh.




